Cuma Parkir Tak Belanja di Swalayan, Taruna IPDN dan Mahasiswi Tewas di Mobil Berkaca Gelap
Saat mobil didekati masih dalam kondisi menyala. Saksi coba mengetuk kaca mobil, tetapi tidak ada sahutan.
Sejoli ditemukan meninggal dunia dalam mobil yang terparkir di Swalayan Trona Ekspres Jalan Pattimura, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi. Jasad keduanya ditemukan pada Rabu (7/5) malam pukul 22.00 Wib.
Korban perempuan berinisial DWA, mahasiswi Universitas Jambi. Sementara korban pria berinisial MHD siswa Taruna IPDN.
Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar membenarkan sejoli yang ditemukan meninggal dunia dalam mobil. Diduga, keduanya tewas akibat keracunan dari AC mobil.
"Dugaan awal keracunan AC mobil ya. Tapi nanti kita didalami lagi," katanya, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat pada Kamis (08/05).
Kedua korban langsung diserahkan ke pihak keluarga. "Pihak keluarga juga enggan melakukan proses autopsi," katanya.
Mobil Dalam Keadaan Hidup
Kematian korban pertama kali diketahui petugas parkir swalayan Tri Muhajirin saat melakukan pengecekan sebelum menutup swalayan.
"Kan kalau karyawan sudah pada pulang, tinggal ada satpam. Kemudian saya sebelum closing, keliling," katanya pada Kamis (08/05).
Saat mobil didekati masih dalam kondisi menyala. Dia kemudian mengetuk kaca mobil, tetapi tidak ada sahutan.
"Saya intip juga dari kaca, tapi engak kelihatan, karena gelap sekali kacanya. Saya enggak bisa lihat apa-apa," jelasnya.
Tri berupaya menarik pintu mobil, namun terkunci rapat. Lantaran tidak mendapat respons, dia kemudian memanggil satpam swalayan. Saat terus digedor, tidak ada respons dari mobil. Petugas akhirnya mengambil sebuah senter dan mengarahkan ke dalam mobil.
"Barulah pas kita senter, ternyata ada dua orang di dalam. Laki-laki dan perempuan," jelasnya.
Saat itu, korban laki-laki terlihat lemas dengan posisi bersandar ke bagian pintu sebelah kanan. Pintu terus diketuk tetap pria itu bergeming.
Tri kemudian pergi ke ruang kontrol dan mengecek kembali CCTV untuk memastikan waktu masuk korban ke dalam parkir swalayan. Namun, mobil sepat berpindah titik parkir beberapa meter sampai keduanya ditemukan.
"Ternyata, pas saya cek mobilnya masuk sejak pukul 16.00 WIB, dan sejak masuk memang tidak ada keluar dari mobil," jelasnya.
Saat rekaman CCTV portal masuk parkir dicek, tampak korban masih mengenakan seragam Taruna. Mereka kemudian buru-buru menelepon polisi dan setibanya petugas ke lokasi mobil dibuka paksa.
“Jadi kita menelepon pihak kepolisian. Tak berselang lama, pihak kepolisian tiba dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.