BPJS Tunggak Rp21 Miliar, Operasional RSUD dr Sayidiman Magetan Terancam Terganggu

Kamis, 31 Oktober 2019 03:06 Reporter : Erwin Yohanes
BPJS Tunggak Rp21 Miliar, Operasional RSUD dr Sayidiman Magetan Terancam Terganggu BPJS Tunggak 21 Miliar ke RSUD dr Sayidiman. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - BPJS Kesehatan cabang Madiun masih mempunyai tunggakan sebesar Rp21 miliar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Sayidiman, Kabupaten Magetan. Tunggakan puluhan miliar itu merupakan tagihan mulai bulan Juni hingga September.

"Memang tunggakan masih banyak. Dari Juni, Juli, Agustus sampai September yang ditunggak sampai Rp21 miliar," kata Kasie Pelayanan RSUD dr Sayidiman Magetan, Muhammad Jamal, Rabu (30/10).

Dia mengatakan, sebelum-sebelumnya BPJS selalu lancar dalam membayar. Walaupun terlambat, biasanya dibayar secara triwulanan. Menurutnya, syarat mengklaim tanggungan BPJS sudah diserahkan oleh pihak RSUD dr Sayidiman.

"Berita acara, sudah. Semua sudah memenuhi, tapi belum tahu cair kapan. Tiap diinformasikan, sudah bisa menampung, terus disampaikan ke pusat," terangnya.

Jamal mengungkapkan, jika klaim pembayaran BPJS terlambat otomatis berpengaruh terhadap pelayanan. Karena pihak rumah sakit harus memakai uang operasional terlebih dahulu.

"Ya saat ini belum nampak pengaruhnya. Entah kalau 2 bulan ke depan jika BPJS masih saja menunggak akan berdampak," terangnya.

Jamal menyebutkan, karena keterlambatan itu, pihak RSUD dr Sayidiman khawatir kalau pembelian itu obat, pembayaran listrik dan air berpengaruh. "Dan hampir 90 persen akan berpengaruh," tegasnya.

Sementara Kabid Keuangan RSUD Sayidiman Kusni Raharjo Slamet mengatakan jika data dari pengguna BPJS dari persentasi 70 persen itu menggunakan BPJS. Sedangkan sisanya adalah pasien umum.

"Artinya 70 persen itu sangat vital. Karena kami harus menalangi biaya pengobatan. Baik yang rawat jalan dan rawat inap," jelasnya.

Di sisi lain, Kepala BPJS Kesehatan Magetan, Bambang Nyoto Saputro enggan menjawab soal tunggakan tersebut. Ia beralasan, hal itu kewenangan dari BPJS yang ada di Madiun.

"Sebaiknya memang yang menjawab itu memang BPJS Madiun. Kalau mau tanya-tanya ke saya, ya kurang pas. Saya tidak boleh menjawab, di Madiun itu ada bidang komunikasi dan penyampaian masalah. Itu satu karisidenen, kalau di Magetan divisi Magetan tidak ada keluhan atau klaim terkait itu," pungkasnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. BPJS Kesehatan
  3. Rumah Sakit
  4. Magetan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini