Kabar duka datang dari dunia pendakian Tanah Air. Dua pendaki senior Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono meninggal dunia saat perjalanan turun seusai menaklukkan Puncak Carstensz, Jayawijaya, Papua.
Dua wanita yang disebut sebagai 'mamak pendaki' ini mengalami serangan Acute Mountain Sickness yang menyebabkan Hipotermia. Sempat dilakukan upaya pertolongan, dua sahabat ini akhirnya meninggal dunia.
Puncak Carstensz yang diselimuti salju menjadi gunung dengan puncak tertinggi di Indonesia. Keindahannya membuat banyak pendaki bercita-cita menaklukkan puncaknya. Meski sangat memesona, untuk mendakinya membutuhkan keahlian khusus karena medan yang cukup berat. Jika tak mempersiapkan diri, bisa saja terjadi bahaya.
Berikut fakta-fakta Puncak Carstensz yang jadi impian banyak pendaki untuk menaklukkannya:
Advertisement
Salju Abadi
Puncak Carstensz menjadi salah satu keajaiban di Papua. Berlokasi sisi paling timur Indonesia dan berdaerah tropis, siapa sangkat di puncaknya yang tertinggi memiliki salju abadi.
Meskipun, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan beberapa tahun belakangan ‘salju abadi’ itu terus berkurang dari tahun ke tahun akibat perubahan iklim.
Asal Usul Dinamakan Carstensz
Nama Carstensz diambil dari nama seorang pendaki gunung asal Belanda, Jan Carrstenszoon yang kali pertama mendaki gunung itu.
Pada 1963, di tahun yang sama Papua bergabung dengan Indonesia, puncak itu berganti nama menjadi Puncak Soekarno. Setelah itu kembaku berganti menjadi Puncak Jaya. Meskipun, di kalangan pendaki, nama Carstensz masih sering digunakan. Pendakian pada 1963 silam dilakukan dalam sebuah ekspedisi Cendrawasih dengan tiga pendaki, yaitu Fred Athaboe, Sudarto, dan Sugirin
Satu dari World Seven Summits
Selain menjadi puncak tertinggi di Indonesia, Carstensz Pyramid juga dinobatkan sebagai salah satu dari World Seven Summits. Dilansir dari Britannica, World Seven Summits terdiri dari Kilimanjaro di Afrika, Gunung Elbrus di Eropa, Denali di Amerika Utara, Gunung Aconcagua di Amerika Selatan, Evereset di Asia, Vinson Massif di Antartika, Kosciuszko di Australia, dan Puncak Jaya di Oseania. Puncak-puncak tertinggi di dunia ini mewakili setiap benua.
Advertisement
Pendakian Pertama ke Puncak Jaya
Seorang penjelajah berasal dari Belanda bernama Hendrik A. Lorentz adalah orang pertama yang mencapai salju di Gunung Jawawijaya. Namun, Puncak Jaya baru mulai dibuka untuk pendakian pada 1962 bersamaan dengan ekspedisi yang dipimpin oleh Heinrich Harrer, seorang pendaki gunung Austria. Ekspedisi itu melibatkan tiga anggota ekspedisi lainnya, yakni Robert Philip Temple, Russell Kippax, dan Albertus Huizenga.
Philip Temple asal Selandia Baru adalah yang paling berpengalaman dengan Puncak Carstensz. Dia sebelumnya memimpin ekspedisi ke daerah tersebut dan merintis rute akses ke pegunungan. Philip menemukan beragam jalur alternatif menuju puncak bersalju, sekaligus membuat peta rute perjalanannya. Namun, dia tidak dapat mewujudkan impiannya akibat keterbatasan dana dan logistik, hingga membuatnya terpaksa untuk turun kembali.
Beberapa waktu kemudian, Philip bergabung dalam tim Harrer dan menjadi penunjuk jalan.
Philip berhasil mengantar tim Harrer menginjakkan kaki di puncak gunung bersalju tersebut, meskipun akhirnya nama Harrer yang terpahat dalam sejarah sebagai orang yang pertama menundukkan Puncak Carstensz.
Puncak Gunung dengan Biaya Perjalanan Termahal
Meski memiliki pemandangan yang indah, tak banyak pendaki bisa mewujudkan mimpinya mendaki Puncak Carstensz. Selain karena medannya cukup menantang, biaya menuju ke lokasi juga tak sedikit.
Dari sejumlah penelusuran, pendaki butuh Rp55 juta/orang untuk melakukan perjalanan ke gunung dengan ketinggian 4.884mdpl ini.
Reporter Magang: Fitry Faadhilah