Berapa biaya pawang hujan untuk proyek konstruksi?

Sabtu, 20 Februari 2016 08:05 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Berapa biaya pawang hujan untuk proyek konstruksi? jalur mrt thailand. ©2015 REUTERS/Athit Perawongmetha

Merdeka.com - Pawang hujan ternyata masih jadi profesi menjanjikan. Semakin banyak masyarakat yang percaya kemampuan mereka. Contoh paling sering kita jumpai, mereka beraksi di acara hajatan agar berjalan lancar. Tidak hanya di perkampungan, orang kota juga masih mengandalkan jasa mereka untuk kelancaran hajatan.

Jasa pawang hujan ternyata juga laris manis di kalangan kelas menengah atas. Kemampuan mereka menahan awan dan memindahkan hujan juga dipakai untuk mensukseskan acara musik atau konser penyanyi maupun grup band lokal dan internasional.

Tidak hanya itu, kontraktor juga menggunakan jasa pawang hujan untuk proyek infrastruktur. Bukan tanpa alasan mengingat pengerjaan proyek kerap terhambat hujan deras.

Meski harus merogoh kocek tambahan, kontraktor rela menyewa jasa pawang hujan. Yang penting bagi mereka, pengerjaan proyek tetap berjalan lancar sesuai jadwal meski memasuki musim hujan. Bicara soal biaya, tentu saja berbeda tarifnya antara untuk kebutuhan hajatan dan untuk kebutuhan proyek konstruksi.

Paranormal yang juga pawang hujan asal Bogor, Ki Awan menjelaskan, tarif untuk hajatan biasanya hitungan jam. Sementara kalau tarif pawang hujan untuk proyek konstruksi, hitungannya hari.

"Kalau hajatan, untuk 3 jam mulai dari Rp 1-1,5 juta. Lalu kalau 6 jam harganya Rp 2-2,5 juta. Terus kalau 12 jam itu harganya Rp 2,5-3 juta," ujar Ki Awan saat berbincang dengan merdeka.com belum lama ini.

Ada hitungan khusus untuk tarif 'pengamanan' proyek konstruksi. Perhitungannya berdasarkan hari dan luas wilayah jangkauan. Tidak hanya itu, kontraktor juga harus membayar mahal karena bayaran untuk satu tim yang bisa terdiri dari 2-3 orang.

Ki Awan menyebutkan, bayarannya untuk proyek konstruksi berkisar Rp 3-5 juta per orang per hari. Harga itu untuk proyek konstruksi dengan luas area perkantoran. Kalau luas jangkauan lebih dari 1 hektar, maka tarif yang dikenakan juga lebih mahal.

"Kalau saya sendiri biasanya hitungan harga nya perhari. Sehari itu saya kasih tarif sekitar Rp 3-5 juta lah," kata Ki Awan.

Tarif itu, sudah termasuk dengan peralatan yang diperlukan untuk memindahkan hujan ke wilayah lain. Pada kenyataannya, kliennya berani membayar lebih dari tarif yang ditentukan. Alasannya karena tidak ingin dibebankan keperluan pawang hujan.

"Peralatan kita yang tanggung semua, seperti kemenyan, apel jin, media penahan hujan lah. Pokoknya user (klien) tahu beres," ucapnya. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini