Baru 2 bulan, jembatan Rp 40 miliar di Wonogiri catnya sudah rusak
Merdeka.com - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku kurang puas dengan hasil pembangunan Jembatan Jurang Gempal II yang menghubungkan Wonogiri-Ngadirejo. Pasalnya, penampilan jembatan yang proyek pembangunannya mencapai Rp 40 miliar ini kurang sedap dipandang.
Catnya sudah mengelupas, trotoar jembatan pun terkesan ala kadarnya. Selain itu juga tidak ada guiding block untuk pejalan kaki khusus bagi tuna netra.
"Opo iki (Apa ini). Catnya harusnya cat outdoor bukan cat indoor. Makanya ngelotok (terkelupas) catnya karena cat indoor tidak tahan cuaca," ungkap Ganjar saat melihat kondisi jembatan di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (2/3).
Ganjar menyayangkan jika jembatan sepanjang 120 meter ini baru selesai konstruksi 15 Desember 2016 silam sudah rusak dan tidak sedap dipandang, meski konstruksinya menurutnya sudah layak.
"Jembatan ini menelan biaya Rp 40 miliar. Tapi kok finishing-nya seperti ini. Rak payu kanggoku. Kontraktor harus tanggung jawab," usai meninjau jembatan.
Ganjar meminta selain untuk fungsi melancarkan lalu lintas, jembatan ini harus punya nilai estetika yang cukup bagus karena berada di wilayah perbatasan masuk kota.
"Kalau konstruksinya sudah oke. Tapi juga harus ada seninya untuk mempercantik kota. Harus ada estetikanya. Lha itu, ada sambungan yang nggak tertutup. Lantainya juga nggak bagus," imbuhnya.
Orang nomor satu di Jateng ini pun meminta pihak kontraktor untuk segera membenahinya. Mengganti atau mengecat ulang jembatan. Dia juga meminta agar jembatan ini ramah bagi pejalan kaki, terutama kaum difabel.
"Selama proses pemeliharaan, kami minta kontraktor memperbaikinya agar bagus. Rp 40 miliar kok seperti ini. Setahun waktunya masih lama saya minta segera dilakukan perbaikan kembali," tegasnya.
Masa pemeliharaan jembatan hanya 365 hari setelah jembatan jadi, atau 14 Desember 2017 mendatang. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya