Anggota GRIB Jaya Dikeroyok di Depok, Begini Kronologi Lengkapnya

Korban mengalami luka memar dan patah tulang rahang dan hidung.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Anggota GRIB Jaya Dikeroyok di Depok, Begini Kronologi Lengkapnya
anggota grib jaya dikroyok di depok (merdeka.com)

Seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB) dikeroyok gerombolan orang tidak dikenal (OTK). Korban adalah Untung Riyanto (47), warga Beji, Depok.

Dia dipukuli sekelompok orang di rumah makan miliknya di Jalan Tanah Baru, Beji, Depok pada Rabu 15 Januari 2025 sekitar pukul 19.30 WIB. Korban mengalami luka memar dan patah tulang rahang dan hidung.

Untung mengatakan, ketika kejadian sedang di dalam kamar rumah di lantai dua. Awalnya, gerombolan itu mencari istrinya, namun karena tidak ada, mereka mencari Untung. Mereka langsung naik ke lantai dua tempat kamar Untung. Kamarnya berada satu bangunan dengan rumah makan yang menjadi usaha Untung dan istrinya.

"Waktu itu tanggal 15, kurang lebih pukul 19.30 Wib ya, tiba-tiba sekelompok orang datang langsung dobrak pintu kamar saya. Langsung saya diseret keluar, terus saya diajak muter dipiting, akhirnya terjadilah pengeroyokan,” kata Untung, Minggu (19/1).

Untung mengaku tidak dapat melawan karena hanya sendiri, sedangkan yang memukuli sebanyak tiga orang. Dia pun juga dalam kondisi sakit saat kejadian. Mereka datang menggunakan dua mobil dan beberapa motor. Gerombolan itu langsung masuk ke dalam rumah makan dan mencari istri Untung. Beruntung saat kejadian tidak ada pelanggan yang sedang makan di rumah makan tersebut.

“Enggak ada sama sekali. Saya pas lagi kondisi sakit, saya lagi istirahat di kamar, langsung pintu didobrak di kamar di lantai 2, langsung saja diseret keluar ke lantai 1, langsung di situ di intimidasi, banyak orang kurang lebihnya 15 sampai 20 orang. Kalau saya lihat CCTV sih, ada 2 mobil terus ada beberapa motor,” ujar dia.

Akibat pengeroyokan tersebut, dia mengalami luka di wajah. Tulang rahang sebelah kanan terluka dan tulang hidungnya patah.

“Luka di rahang dan hidung patah, enggak bisa makan saya,” ujar Untung.

Dia menceritakan kasus ini bermula dari masalah bisnis Untung dengan rekannya yaitu pengadaan alat-alat. Dia dan pihak pertama sebenarnya sedang melakukan negosiasi untuk pelunasan uang yang harus dibayarkan. Namun karena belum ada uang, dia pun meminta kelonggaran waktu.

"Sebenarnya kan saya lagi negosiasi, ini kan masalah bisnis, masalah negosiasi, masalah pembayarannya. Saya bilang nanti tanggal 20, terus akhirnya ada yang intimidasi, tiba-tiba saya langsung diserang 3 orang. Mungkin (massa bayaran) saya juga diduga masa bayaran. Mereka pakai tangan kosong tapi pakai cincin, batu cincin yang gede makanya rahang ini patah, hidung patah rasanya kayak mau pingsan. Pokoknya dia membabibuta dengan brutalnya memukuli saya dari segala penjuru," kata Untung.

Gerombolan tersebut juga melakukan pengrusakan kursi di rumah makan dan satu handphone terjatuh. Dirinya juga dia hampir saja dilempar dengan kursi besi yang ada di rumah makan. Gerombolan tersebut juga membawa sertifikat tanah milik Untung.

“Handphone jatuh rusak, sertifikat tanah diambil karena dia minta jaminan dengan arogan, akhirnya saya terpaksa mengasih sertifikat. Kerusakan bangku ada, tapi udah-udah-udah dibenarin. Udah pada ancur semua,” kata dia.

Sebelum kejadian, Untung mengaku ada ancaman terhadap dirinya. Gerombolan itu sudah empat kali datang ke rumah makan tersebut.

“Ada (ancaman), ini kan dia datang itu sudah ke empat kalinya, saya kan selalu minta waktu, karenakan saya pasti bayar tapi jangan arogan,” ujar dia.

Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi. Dia berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti.

“Sudah-sudah saya laporin ke Polres metro Depok, pada pertanggal 15 waktu hari itu juga saat kejadian,” kata Untung.

Sementara itu, Ketua DPC GRIB Pancoran Mas, Supriyanus mengatakan akan mengawal kasus ini. Dia meminta laporan tersebut ditindaklanjuti dan diusut tuntas.

“Proses laporan beliau yang sudah terdaftar di Polres Depok. Itu akan kita kawal sampai urusannya benar-benar selesai. Kita untuk selanjutnya, itu tetap akan mengedepankan secara hukum yang ada di Indonesia,” kata Untung.

Rekomendasi