Pihak Presiden ke-7 Joko Widodo memenuhi panggilan penyidik Mabes Polri untuk menyerahkan dokumen ijazah asli yang dilaporkan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis yang diketuai oleh Eggi Sudjana. Namun Jokowi tidak hadir secara langsung dan diwakili.
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan mengatakan kehadiran Jokowi digantikan oleh adik Iriana Jokowi, Wahyudi Andrianto karena hanya sekedar memberikan dokumen saja.
"Memang hanya permintaan untuk dokumen dan kami kan kuasanya. Jadi sebenarnya kami yang nanti akan memberikan kepada pihak bareskrim. Namun hanya untuk membawanya ini yang diwakilkan oleh pihak keluarga," kata Yakup di lobby Bareskrim Polri, Jumat (9/5).
Yakup menerangkan, Jokowi sengaja menunjuk langsung adik iparnya langsung dan tidak mengirimkan berkasnya itu melalui kurir dengan alasan. Oleh sebab itu Wahyudi yang mengantar langsung dokumen tersebut.
"Karena kan tentunya dokumen sensitif ya, jadi enggak mungkin dikirim pake kurir kan," terang dia.
Selain dokumen ijazah kuliah Jokowi, ada juga beberapa dokumen lain yang dibawa oleh tim kuasa hukum dan Wahyudi.
Tidak menutup kemungkinan, ijazah SMA Jokowi juga ikut dibawa."semua kita bawa, tapi nanti teknisnya kita belum tau, jadi kita tunggu lah hasilnya," kata dia.
Advertisement
Kata Wahyudi
Adik Iriana Jokowi, Wahyudi Andrianto buka suara ditunjuk kakak iparnya, Joko Widodo, untuk mengantarkan dokumen ijazah ke penyidik Bareskrim Mabes Polri. Wahyu mengaku dirinya hanya dipercaya oleh Jokowi dan diperintahkan untuk mengantarkannya saja.
"Kami dipercaya pak Jokowi untuk diutus membawa dokumen ijazah. Membawa dokumen ijazah untuk menyerahkan di Bareskrim ini. Jadi sementara hanya diperintahkan seperti itu aja. Karena kita sebagai adik ipar dipercaya untuk membawa dokumen itu ini," kata Wahyudi di Mabes Polri, Jumat (9/5).
Wahyudi menyerahkan dokumen-dokumen yang diperlukan oleh penyidik yang menangani kasus dugaan ijazah palsu Jokowi. Diantara dokumen yang diserahkan ke penyidik diantaranya ada ijazah SMA dan Kuliah Presiden ke-7 itu.
Wahyu mengaku tidak ada pesan khusus oleh Jokowi ketika mengantar dokumen itu. Pihaknya hanya berharap gara kasus ini dapat membuat segara memperjelas keaslian ijazah kakak iparnya itu.
"Ya cepet selesai ini. Cepet gamblang gitu," terang dia.
"Dan nanti untuk selanjutnya untuk bisa menerangkan adalah dari penasehat hukum atau di Bareskrim. Hanya itu aja," Wahyu menambahkan.
Advertisement
Dilaporkan Eggi Sudjana
Eggi Sudjana mengadukan dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 ke Bareskrim Mabes Polri. Semula aduan itu dari aduan masyarakat (dumas) dinaikkan statusnya menjadi penyelidikan.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi sudah mencapai 90 persen.
Sementara 10 persennya masih diuji di laboratorium forensik.Djuhandani menambahkan, jika hasil uji labfor identik, maka apa yang didalilkan oleh pendumas atau pelapor tidak benar.
Sehingga pihaknya akan menghentikan proses penyelidikan.
"Namun manakala hasilnya non identik, tentu saja ini akan menjadi uji kembali dalam proses penyelidikan," katanya lagi.
Lanjut Djuhandani, pihaknya berupaya semaksimal mungkin agar proses penyelidikan bisa dituntaskan secepatnya. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa proses pengujian labfor tidak semudah membalikkan telapak tangan.