PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Perusahaan pembiayaan ini berhasil menyalurkan total pembiayaan mencapai Rp7,44 triliun (unaudited). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kinerja positif Akulaku Finance ini diungkapkan oleh Presiden Direktur Perry Barman Slangor di Jakarta. Ia menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut didukung oleh volume transaksi yang tinggi. Perry Barman Slangor menjelaskan hal ini pada Kamis sore (5/3).
Peningkatan ini juga sejalan dengan penerapan manajemen risiko yang konservatif oleh perusahaan. Fokus pada pertumbuhan sehat menjadi kunci keberhasilan Akulaku Finance. Capaian ini menunjukkan strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Pertumbuhan Pembiayaan dan Dominasi BNPL
Perry Barman Slangor menyatakan bahwa total penyaluran pembiayaan Akulaku Finance mencapai Rp7,44 triliun pada tahun 2025. Angka ini naik 23 persen dari Rp6 triliun yang dicapai pada tahun 2024. Pertumbuhan signifikan ini menunjukkan ekspansi bisnis yang kuat dan adaptasi terhadap kebutuhan pasar.
Kenaikan pembiayaan ini didorong oleh tingginya volume transaksi yang mencapai 46,5 juta kali sepanjang tahun lalu. Produk Buy Now Pay Later (BNPL) atau paylater menjadi kontributor utama dalam capaian ini. Ini mencerminkan popularitas layanan BNPL di kalangan konsumen.
Kontribusi produk BNPL mendominasi portofolio pembiayaan perseroan hingga 89 persen dari total keseluruhan. Fakta ini menegaskan posisi strategis BNPL dalam model bisnis Akulaku Finance. Keberhasilan ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pasar.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Profitabilitas dan Kesehatan Keuangan Akulaku Finance
Selain pertumbuhan di lini atas (pendapatan), Akulaku Finance juga berhasil mengelola laba kotor dan laba bersih secara efektif. Perry Barman Slangor menyebutkan bahwa profitabilitas perusahaan tumbuh sangat baik. Hal ini menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga dan strategi bisnis yang matang.
Laba atau profitabilitas perusahaan melonjak 66 persen secara tahunan. Dari Rp65 miliar pada tahun 2024, angka ini meningkat pesat menjadi Rp108 miliar pada tahun 2025. Capaian impresif ini mencerminkan manajemen keuangan yang solid dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
Nilai piutang pembiayaan yang dikelola atau managed loan receivables juga tercatat meningkat. Angkanya mencapai Rp2,5 triliun. Peningkatan ini menandakan ekspansi portofolio yang terkendali dan prospektif bagi Akulaku Finance di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Manajemen Risiko Konservatif Akulaku Finance
Meskipun penyaluran pembiayaan dan transaksi naik signifikan, Akulaku Finance tetap menjaga kualitas asetnya dengan cermat. Rasio pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) net berhasil ditekan. Angka NPF net tercatat sangat sehat, yaitu 1,1 persen, jauh di bawah rata-rata industri.
Perry Barman Slangor menegaskan pentingnya penerapan manajemen risiko yang konservatif untuk menjaga stabilitas perusahaan. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) juga menunjukkan stabilitas. DER perseroan berada di level 2 kali, yang tergolong rendah dan sehat.
"Jadi di tahun 2025 adalah pada dasarnya tahun di mana kami dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan dengan praktek majemen risiko yang konservatif," ujar Perry. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Akulaku Finance terhadap pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews