PT Akulaku Finance Indonesia menetapkan target ambisius untuk penyaluran pembiayaan baru pada tahun 2026. Perusahaan ini membidik angka Rp8,2 triliun, meningkat 12 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Target ini diumumkan oleh Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, di Jakarta pada Kamis sore (5/3/2026).
Pencapaian target ini menjadi langkah strategis Akulaku Finance untuk terus memperkuat posisinya di industri pembiayaan digital. Perry Barman Slangor menekankan pentingnya pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan telah menyiapkan serangkaian strategi utama. Strategi ini meliputi pemanfaatan inovasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan perluasan jangkauan bisnis ke wilayah-wilayah potensial di luar Pulau Jawa.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Teknologi AI untuk Penilaian Kredit dan Mitigasi Risiko
Akulaku Finance berupaya mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penilaian kelayakan kredit konsumen atau credit scoring. Sistem credit scoring berbasis AI ini dirancang untuk memitigasi risiko secara lebih efektif.
Selain itu, penggunaan AI juga membantu perusahaan memperluas penyaluran pembiayaan yang lebih sehat dan berkelanjutan. Integrasi AI juga akan ditingkatkan pada sistem verifikasi wajah (face recognition) dengan fitur deepfake verification.
Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi profil nasabah secara seketika (liveness) serta menekan potensi penipuan siber (scam). Dengan demikian, Akulaku Finance berkomitmen menjaga kualitas aset dan meminimalkan risiko pembiayaan bermasalah (NPF) yang ditargetkan maksimal 1,2% sepanjang 2026.
Advertisement
Advertisement
Ekspansi Bisnis ke Wilayah Potensial di Luar Jawa
Strategi penting lainnya untuk mencapai target pembiayaan adalah ekspansi bisnis ke berbagai wilayah baru yang potensial. Fokus utama ekspansi ini adalah kota-kota tier 2 dan 3 nasional di luar Pulau Jawa.
Saat ini, sekitar 68 persen bisnis Akulaku Finance masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, sementara 32 persen tersebar di luar Jawa. Perseroan menargetkan pendalaman pasar ke Pulau Sumatera dan kawasan timur Indonesia.
Ekspansi ini diharapkan dapat menciptakan distribusi pembiayaan yang lebih merata di seluruh Indonesia. Meskipun demikian, Perry Barman Slangor mengakui adanya tantangan, seperti perbedaan gaya hidup dan daya beli masyarakat yang masih lebih tinggi di Pulau Jawa.
Advertisement
Advertisement
Diversifikasi Pendanaan dan Kemitraan Strategis
Untuk mendukung ekspansi bisnis dan target pembiayaan, Akulaku Finance juga aktif mendiversifikasi pendanaan. Hal ini dilakukan melalui kemitraan dengan berbagai institusi perbankan.
Hingga saat ini, perseroan telah menjalin kerja sama dengan 16 institusi perbankan. Beberapa di antaranya adalah Maybank, Superbank, Sampoerna, J-Trust Bank, dan Hana Bank.
Perry Barman Slangor juga menyatakan bahwa Akulaku Finance berupaya untuk terus mendiversifikasi sumber pendanaan, termasuk menjajaki kemungkinan pendanaan dari luar negeri (offshore borrowing).
Advertisement
Sumber: AntaraNews