1 NIK Diregistrasi Lebih 3 Kartu Prabayar, Ditjen Dukcapil Usul Penerapan Sistem 2FA

Jumat, 9 Juli 2021 07:51 Reporter : Intan Umbari Prihatin
1 NIK Diregistrasi Lebih 3 Kartu Prabayar, Ditjen Dukcapil Usul Penerapan Sistem 2FA Polemik registrasi NIK kartu prabayar. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) masih menemukan pelanggaran terhadap Peraturan Menteri Kominfo terkait dengan Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi. Aturan tersebut menyebutkan, calon pelanggan prabayar dapat melakukan registrasi sendiri paling banyak 3 nomor pelanggan untuk setiap NIK pada setiap penyelenggara jasa telekomunikasi.

"Temuan kami satu NIK diregistrasi untuk lebih tiga nomor pelanggan. Juga registrasi kartu prabayar dengan menggunakan NIK dan Nomor KK orang lain," kata Dirjen Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh dalam keterangan pers, Jumat (9/7).

Berdasarkan login akses pada 7 Juli 2021, saat melakukan uji petik siapa pemilik nomor HP, Zudan menemukan fakta 1 NIK diregistrasi untuk 68 Nomor HP Provider XL Axiata. Bahkan ada 1 NIK dipakai untuk 403 Nomor HP Indosat.

"Kemungkinan memakai NIK dan Nomor KK yang ada di dunia maya atau saat membeli nomor sudah aktif. Ini yang harus kita stop. Caranya Dukcapil belum diberi kewenangan. Apakah misalnya setelah orang memiliki 1 NIK mendaftar lebih dari 3 nomor Dukcapil diberi kewenangan untuk memblokir," ujar dia.

Dia juga menduga NIK tersebut yang biasa dipakai oleh si penjual nomor perdana. Sebab itu dia mengimbau agar NIK tidak disalahgunakan.

"Ini menjadi penting karena di dunia maya banyak sekali data NIK beredar. Maka ada aturan yang memberikan sanksi pidana pada orang menyalahgunakan data pribadi. Dalam UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Adminduk disebutkan pidana 2 tahun dan denda Rp25 juta," kata dia.

Dia menjelaskan untuk mencegah penyalahgunaan NIK dalam registrasi kartu perdana, Zudan mengusulkan untuk memperbaiki sistem registrasi kartu prabayar. Caranya dengan mengubah SOP pendaftaran dengan 'Two Factor otentication'.
Alternatif lain ke depan bisa dengan verifikasi NIK dan biometrik foto wajah.

"Misalnya, gabungan NIK dan tanda tangan elektronik, jadi betul-betul orang yang memiliki tanda tangan itu yang mendaftar kartu prabayar. Ini lebih secure karena tempat TTE dan NIK akan terpisah," bebernya.

"Foto wajah harus live detection face, misalnya sembari selfie," tambahnya. [gil]

Baca juga:
Pemerintah Bakal Tambah Kuota Peserta Kartu Pra Kerja
Cara Aktivasi Kartu XL Perdana, Mudah Tak Sampai 5 Menit!
Prosedur Pemblokiran SMS Spam Disiapkan Pemerintah
Bolt!: Belum ada pernyataan pemerintah wajib registrasi kartu SIM prabayar
Tri akui penerapan registrasi kartu prabayar buat perusahaan makin efisien
Di awal penerapan registrasi kartu prabayar, pelanggan Tri turun 45 juta

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Registrasi Kartu Prabayar
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini