Revolusi Transportasi Udara Telah Dimulai, China Kini Memasarkan Mobil Terbang GAC GOVY AirCab
China mulai jualan mobil terbang GAC GOVY AirCab dengan harga Rp 3,8 miliar, menandai era baru transportasi.
Dunia otomotif internasional kembali dikejutkan oleh inovasi dari China. GAC Group, salah satu produsen otomotif terkemuka, telah resmi memperkenalkan mobil terbang bernama GAC GOVY AirCab. Perusahaan yang merupakan induk dari GAC AION Indonesia ini bahkan telah membuka kesempatan pemesanan untuk kendaraan revolusioner tersebut.
"GAC GOVY AirCab merupakan simbol keberanian kami untuk melampaui batas-batas tradisional dalam transportasi," kata Wei Haigang, Presiden GAC International. "Ini lebih dari sekadar mobil terbang; ini adalah langkah konkret menuju masa depan mobilitas global."
Peluncuran ini menandai dimulainya era baru dalam dunia transportasi, di mana impian memiliki kendaraan pribadi yang mampu terbang kini bukan lagi sekadar khayalan.
GAC GOVY AirCab
GOVY AirCab kini bukan sekadar sebuah mobil konsep yang dipamerkan di pameran otomotif. Kendaraan ini merupakan mobil terbang pertama dari GAC yang siap untuk diproduksi secara massal dan sudah dapat dipesan mulai hari ini. Dengan desain futuristik, kendaraan ini dilengkapi dengan teknologi canggih dan fitur keamanan yang inovatif.
Mobil terbang ini dirancang sebagai kendaraan udara untuk dua orang penumpang, memiliki enam rotor utama dan 12 baling-baling di bagian atas. Pintu gull-wing yang ikonik menambah kesan modern dan elegan pada kendaraan ini.
GAC GOVY AirCab mampu terbang sejauh 30 km pada ketinggian di bawah 300 meter. Saat ini, GOVY AirCab sedang menjalani proses sertifikasi kelaikan udara dan ditargetkan untuk memulai uji operasi terbatas pada akhir tahun ini. Produksi massal dan pengiriman unit direncanakan dimulai pada akhir tahun 2026.
Harga dan Spesifikasi GAC GOVY AirCab
GAC GOVY AirCab ditawarkan dengan harga kurang dari 1,69 juta yuan, yang setara dengan sekitar Rp 3,8 miliar. Kendaraan terbang bertenaga listrik ini memiliki kemampuan pengisian daya super cepat, hanya memerlukan waktu 25 menit untuk mengisi daya dari nol hingga penuh, dan 15 menit untuk mengisi dari 50 persen menjadi 100 persen. Berikut adalah beberapa spesifikasi utama dari GAC GOVY AirCab: 1. Kapasitas: 2 penumpang 2. Jarak tempuh: 30 km 3. Ketinggian terbang: di bawah 300 meter 4. Waktu pengisian daya: 25 menit (dari 0% hingga 100%) Kendaraan terbang ini juga dilengkapi dengan kabin cerdas, konektivitas 5G, struktur pesawat yang terbuat dari serat karbon ringan berkualitas tinggi, desain lampu "Halo", sistem pendingin udara pintar, aroma terapi, serta layar interaktif untuk memberikan kenyamanan yang maksimal.
Keamanan Tingkat Tinggi
GAC menciptakan mobil terbang ini dengan standar keselamatan yang diakui secara internasional. Di dalamnya dilengkapi dengan sistem kontrol penerbangan yang redundan, pemantauan secara realtime, serta inspeksi mandiri yang berbasis cloud.
Setidaknya 90% dari struktur bodinya terbuat dari serat karbon yang digunakan dalam penerbangan, yang mampu mengurangi berat hingga 30 persen. Mobil terbang ini juga telah mendukung pengendaraan otonom pada level 4 (L4).
Sistem autopilot pada Level 4 dilengkapi dengan kekuatan komputasi lebih dari 500 TOPS dan jangkauan sensor lebih dari 300 meter, menawarkan pengalaman terbang tanpa pengemudi yang aman dan cerdas. Kabin terbang dan sasis darat dapat dipisahkan, memberikan lapisan keamanan tambahan jika terjadi masalah. Sistem navigasi memiliki tingkat akurasi arah hingga ±0,1°.
Target dan Harapan GAC
Melalui peluncuran GOVY AirCab, GAC tidak hanya berambisi menciptakan kendaraan terbang, tetapi juga ingin memberikan kesempatan kepada negara-negara lain, termasuk Indonesia, untuk berpartisipasi dalam revolusi transportasi udara-darat ini.
Wei Haigang menekankan, "Kami yakin bahwa inovasi ini akan memperkuat posisi GAC di panggung global dan membuka peluang bagi negara-negara seperti Indonesia untuk terlibat dalam revolusi udara-darat ini."
GAC merencanakan agar produksi massal dan pengiriman unit GOVY AirCab dapat dimulai pada akhir tahun 2026, yang akan menjadi tonggak penting dalam sejarah transportasi modern.