Hyundai Creta, Mobil Pintar Melibas Cuaca Ekstrem Trans Jawa

Sore itu, Selasa (5/7) tol Transjawa dilanda hujan sangat lebat. Tepatnya di wilayah Semarang-Solo. Pandangan terbatas.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Hyundai Creta, Mobil Pintar Melibas Cuaca Ekstrem Trans Jawa
All New Hyundai Creta di Bali. ©2022 Merdeka.com

Sore itu, Selasa (5/7) tol Transjawa dilanda hujan sangat lebat. Tepatnya di wilayah Semarang-Solo. Pandangan terbatas.

Mobil yang melintas mulai menyalakan lampu hazard. Tanda darurat. Kecepatan rata-rata mobil melambat. Di kisaran 40-60 Km. Di sejumlah titik jalan, tampak air tergenang.

Namun, berkendara menggunakan Hyundai Creta Prime bukan masalah di tengah kondisi cuaca ekstrem Transjawa. Mobil pintar dengan fitur keselamatan maksimal memudahkan melibas jalan dalam kondisi cuaca hujan lebat.

Teknologi Lane Keeping Assist (LKA) berfungsi sangat baik. Meskipun, marka jalan atau garis putus-putus Tol Transjawa tergenang banjir. Mobil pintar ini membuat kami tak perlu khawatir ke luar jalur. Sebab, akan ada bunyi dan peringatan dari MID apabila kendaraan mulai keluar lajur.

Lane Following Assist (LFA) juga sangat membantu pengendara melibas jalan Transjawa. Teknologi ini membuat mobil tetap berada di tengah garis putus-putus dan garis panjang di kanan atau kiri jalan. Setir Creta Prima akan mengikuti garis tersebut dengan sendirinya. Namun, tangan sang sopir harus tetap berada dalam kendali setir. Sebab, jika tidak, MID akan memperingatkan pengendara untuk memegang kendali dengan benar. Luar biasa memang teknologi ini.

Pengendara sangat dibuat aman dan nyaman ketika menemui kondisi cuaca ekstrem. Meski dengan jarak pandang hanya sekitar 10 meter. Belum lagi, kondisi jalan meliuk, menanjak dan menurun. Membuat mobil pintar Hyundai Creta dapat menembus tantangan tersebut dengan sangat mudah.

Kehebatan Hyundai Creta Prime, tidak hanya sampai di situ. Mobil pintar asli rakitan anak negeri ini juga memiliki teknologi yang disebut Blind-spot Collision-avoidance Assist. Radar peringatan akan berbunyi ketika ada kendaraan datang dari sudut yang tak tampak oleh pengendara.

Meliuk-liuk di jalan Transjawa dengan kondisi cuaca hujan bukan persoalan besar. Keamanan mobil ini begitu maksimal. Teknologi berfungsi dengan baik. Tapi tetap, kewaspadaan dan tertib berlalulintas harus yang paling utama dijunjung pengendara saat berada di balik kemudi mobil ini.

Mobil ini benar-benar kaya fitur. Sistem cruise control memanjakan kaki kami ketika berkendara ratusan kilometer di jalan tol Transjawa yang kondisinya membosankan. Kita dapat menahan laju kecepatan sesuai keinginan. Cukup menekan tombol yang ada di kemudi. Kemudian, hanya dengan menginjak pedal rem sedikit, fitur ini otomatis mati dengan sendirinya.

Bagaimana jika kondisi Macet?

Hyundai Creta Prime mampu melayani pengendara di situasi lalu lintas apapun. Termasuk, jalanan Jakarta misalnya. Penuh kemacetan dan kepadatan lalu lintas.

Sederet, fitur Hyundai Smart Sense ini bukan hanya untuk di jalan tol saja. Ketika lampu merah misalnya. MID akan memberi tahu jika kendaraan di depan kita sudah bergerak menjauh. Sebelum pengendara di belakang membunyikan klaksonnya.

Rem parkir elektriknya plus sistem auto holdnya juga bergerak halus. Tidak menghentak ketika kita hendak melanjutkan perjalanan.

Ada lagi. Sistem Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA). Radar di belakang mobil ini mendeteksi sesuai yang bergerak mendekat ketika kita parkir. Dengan sigap, rem darurat akan berfungsi sebelum mobil menabrak benda tersebut.

Rear View Monitor (RVM) juga sangat membantu untuk parkir. Kamera yang jernih, dengan garis mengikuti putaran setir memudahkan pengendara untuk parkir di sudut sempit sekalipun.

Salut buat kecerdasan mobil Hyundai Creta Prime dengan harga jual yang masuk akal. Jika dibandingkan dengan kaya teknologi pintar tersebut.

Kekurangan

Kekedapan suara di mobil ini benar-benar harus dibilang sangat kurang. Suara bising sangat terasa. Apalagi jika kita membawa bayi di dalamnya. Membuat tidur anak kurang senyaman mobil setipe Creta.

Suara dari kolong mobil pun cukup terasa. Bahkan, getarannya sampai hingga kaki pengendara. Semoga ini hanya dirasakan oleh unit yang kami gunakan saja.

Soal akomodasi pun mobil ini menurut kami masih kurang baik. Mungkin karena adanya fitur wireless charging membuat kami kesulitan meletakkan uang receh, struk parkir, hingga kartu tol.

Sistem Rear Cross-traffic Collision-avoidance Assist (RCCA) dua kali mengagetkan kami. Saat parkir dan hendak mundur. Tiba-tiba rem darurat rilis. Padahal, di sekitar tidak ada objek apapun. Entah kenapa ini bisa terjadi.

Secara keseluruhan, mobil pintar ini layak dibeli dan menjadi kebanggaan Indonesia.

Rekomendasi