Seorang pemilik roadster mewah BMW Z4, Iswahyudi Ashari, dikabarkan merasa dirugikan terhadap pelayanan BMW. Diawali dengan kerusakan BMW Z4 miliknya, masalah berlanjut ketika ia diberikan mobil pengganti yang kemudian kembali mengalami masalah sehingga menimbulkan kerugian di pihaknya.
Keluhan demi keluhan disampaikan, dan terakhir diinformasikan bahwa Iswahyudi melaporkan kasus pencemaran nama baik atas dirinya yang diduga dilakukan oleh Presiden Direktur PT BMW Indonesia, Ramesh Divyanathan.
Persoalan ini berawal dari masalah mesin BMW Z4 miliknya yang disebut mati total selepas mencapai kecepatan 40 km/jam. Hal itu pun lantas dilaporkan ke BMW Indonesia.
Kerusakan BMW Z4 itu sendiri terjadi bulan lalu, tepatnya 24 Maret 2012 di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Pada 30 Maret, ia mengutus sopirnya mengantar mobil tersebut ke bengkel BMW di Sunter, Jakarta Utara.
Iswahyudi kemudian mengonfirmasi pihak BMW pada tanggal 6 April dan meminta kendaraan pengganti sementara. Ia diberi sedan BMW seri 7 pada tanggal 10 April, tetapi bermasalah dan mati total saat melaju di Tol Cawang, Jakarta Timur.
Iswahyudi, yang saat kejadian itu mengaku harus jalan kaki dari Tol Cawang mencari taksi untuk memenuhi janji dengan seseorang dan akhirnya batal, kembali mendapat mobil pengganti BMW X5. Namun, ia telanjur khawatir, dan protes karena seharusnya ia diberi mobil pengganti yang berkualitas.
Keluhan ini lantas berujung pada apa yang ia anggap sebagai pencemaran nama baik tadi. Dalam sebuah surat elektronik (e-mail), Iswahyudi disebut berniat membakar sebuah showroom.
Di samping persoalan nama baik, ia juga disebut akan mengadu ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Jakarta. Namun hingga Senin (23/4) sore, laporan tersebut belum ada. "Belum, belum ada soal BMW," ujar perwakilan BPSK, Senin (23/4). (kpl/why/bun)