Perusahaan pembiayaan PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) Finance telah menyalurkan pembiayaan kendaraan bermotor roda empat Rp 120 miliar di Februari tahun ini. Jumlah ini meningkat dari Januari lalu yang menyalurkan pembiayaan Rp 80 miliar.Betty Anjarini, Regional Manajer Jabodetabek MPM Finance, menjelaskan hingga akhir tahun pembiayaan mobil di wilayah Jabodetabek ditargetkan mencapai Rp 600 miliar. Sementara target secara nasional adalah Rp 4,6 triliun.Wilayah Jabodetabek memiliki porsi 30 persen dari target nasional tersebut. Wilayah besar lainnya adalah Sulawesi dan Kalimantan. "Kenaikan pembiayaan di Februari didorong segmen fleet. Sementara mobil yang banyak dibeli secara kredit adalah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia," ujar Betty usai talk show yang diadakan oleh Mobil123.com di Jakarta, kemarin.
mobil123 ©2017 Merdeka.com
Menurut dia, di segmen fleet atau korporasi, pihaknya antara lain memiliki kerja sama khusus menjadi mitra pembiayaan penyediaan armada taksi online Grab. Kerja sama dengan Grab sudah berlangsung sejak tahun lalu dan akan rampung pada Maret 2017, dengan peluang perpanjangan jangka pendek hingga April 2017.Saat ini segmen korporasi berkontribusi sekitar 30 persen terhadap pembiayaan MPM Finance. Sedangkan 70 persen datang dari segmen ritel. Dari 70 persen segmen ritel, sekitar 40 persen untuk pembiayaan mobil baru, 30 persen mobil bekas, dan 30 persen lagi untuk lain-lain."Sebagai pasar terbesar di Indonesia, wilayah Jabodetabek masih potensial untuk kami garap," ucapnya. Di wilayah Jabodetabek, MPM Finance memiliki 11 kantor cabang dengan sumber daya manusia 200 orang.Rasio kredit mecet di MPM Finance cukup rendah, yakni di kisaran 3 persen per tahun lalu. Rasio ini masih aman karena lebih rendah dari standar 5 persen dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).