Bus Tanpa Emisi Ini Bisa Dicas 10 Menit dan Tahan 300 Km, Apa Rahasianya?

Isuzu dan Toyota meluncurkan bus hidrogen untuk rute kota. Platform full-flat, jarak tempuh klaim 300 km lebih, dan fitur keselamatan aktif siap dibawa ke Jepan

Muhammad Luthfi Naufal Aqilah
Bus Tanpa Emisi Ini Bisa Dicas 10 Menit dan Tahan 300 Km, Apa Rahasianya?
Tampilan eksterior bus rute bertenaga sel bahan bakar hidrogen Toyota Sora / Isuzu Erga FCEV. (autoindustriya)

Isuzu Motors dan Toyota Motor Corporation meluncurkan bus rute bertenaga sel bahan bakar hidrogen (FCEV) untuk operasional perkotaan. Langkah ini hadir setahun setelah keduanya mengumumkan kolaborasi strategis dalam pengembangan kendaraan komersial rendah emisi.

Dilansir dari AutoIndustriya, Kamis (8/10), model bernama Isuzu Erga FCEV itu juga dipasarkan sebagai Toyota Sora generasi terbaru. Bus ini menggabungkan platform bus listrik murni full-flat milik Isuzu dengan teknologi sistem fuel cell yang dikembangkan Toyota.

Seluruh komponen utama sistem sel bahan bakar, termasuk fuel cell stack dan tangki hidrogen berkapasitas besar, ditata ringkas di atap. Reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen menghasilkan energi listrik untuk menggerakkan motor, dengan tenaga gabungan hingga 299 PS dan torsi instan 970 Nm. Adapun fuel cell stack mampu menyuplai daya maksimum 113 kW atau sekitar 154 PS.

Penempatan komponen di atap memungkinkan desain lantai kabin yang sepenuhnya rata (full-flat floor). Tidak ada tingkatan di dalam kabin sehingga akses penumpang lebih mudah, termasuk bagi pengguna kursi roda maupun orang tua yang membawa kereta bayi.

Untuk operasional harian, bus hidrogen ini dibekali tiga tangki hidrogen bertekanan tinggi dengan total kapasitas 157 liter. Dalam sekali pengisian penuh, jarak tempuh operasional diklaim lebih dari 300 kilometer.

Waktu pengisian hidrogen sekitar 10 menit, durasi yang penting bagi armada angkutan umum yang beroperasi dengan intensitas tinggi sepanjang hari.

Sebagai tambahan, sistem pada Isuzu Erga FCEV dapat menyediakan daya cadangan sehingga bisa dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat saat bencana atau kondisi tertentu yang membutuhkan pasokan listrik tambahan.

Fitur Keselamatan Aktif pada Bus Hidrogen Isuzu dan Toyota

Untuk menunjang keselamatan penumpang, Isuzu Erga FCEV dibekali rangkaian teknologi bantuan berkendara.

Salah satunya adalah front blind-spot monitor yang membantu pengemudi memantau area titik buta di bagian depan kendaraan.

Bus ini juga memiliki sistem penghentian darurat otomatis yang terintegrasi dengan driver status monitor untuk mendeteksi kondisi pengemudi.

Apabila pengemudi diketahui tidak memberikan respons, kendaraan secara otomatis akan mengurangi kecepatan hingga berhenti secara aman.

Teknologi tersebut penting bagi bus perkotaan yang membawa banyak penumpang dan melintas di tengah lalu lintas dengan kondisi yang beragam.

Untuk pasar domestik Jepang, Isuzu dijadwalkan mulai membuka pemesanan Erga FCEV pada April 2027.

Bus tersebut akan tersedia dalam empat pilihan konfigurasi bodi yang ditujukan untuk kebutuhan operasional di wilayah perkotaan maupun kawasan pinggiran kota.

Melalui kolaborasi Isuzu dan Toyota ini, teknologi kendaraan komersial berbasis hidrogen tidak hanya diarahkan untuk menekan emisi, tetapi juga mempertahankan kebutuhan utama transportasi umum, seperti jarak tempuh, waktu pengisian bahan bakar, aksesibilitas, hingga keselamatan penumpang.

Rekomendasi