Cara Warga Lereng Lawu Hargai Sumber Air, Gelar Pawai hingga Sembelih Kambing
Warga Desa Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan memiliki cara unik untuk menghargai sumber mata air. Mereka menggelar pawai budaya dengan peserta ribuan orang hingga menyembelih kambing.
Warga Desa Pacalan Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan memiliki cara unik untuk menghargai sumber mata air di wilayah setempat.
Setiap tahunnya, di desa yang berada di kaki Gunung Lawu itu digelar Festival Dawuhan Senopati Sumber Mudal sebagai bentuk syukur atas keberadaan sumber air.
Kepala Desa Pacalan, Agus Suharto menjelaskan, Sumber Mudal merupakan sumber air minum dan irigasi yang dimanfaatkan oleh masyarakat di 17 desa.
"Kegiatan merupakan wujud rasa syukur kehadirat Allah SWT atas berkah yang diberikan oleh-Nya. Tradisi ini warisan leluhur yang harus kita lestarikan. Diharapkan akan semakin berlimpah rahmat yang akan diberikan Allah SWT," ungkapnya, dikutip dari akun Instagram @diskominfomagetan, Senin (29/8).
Rangkaian acara Dawuhan Senopati Sumber Mudal tahun ini lebih unik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Kita melakukan beragam kegiatan di antaranya pawai obor, malam pentas seni serta arak-arakan pawai budaya,” imbuh Agus.
Arak-arakan pawai budaya diikuti oleh sekitar 1500 orang dengan membawa tumpeng sayur. Sebelum pawai budaya digelar, masyarakat secara komunal mengadakan tasyakuran dengan menyembelih dua ekor kambing.
“Adanya pawai budaya ini ke depan bisa menjadi penyemangat masyarakat ikut menyukseskan program pembangunan yang direncanakan pemerintah desa," tutur Kepala Desa Pacalan.
Masyarakat tumpah ruah berpartisipasi dalam kegiatan pawai budaya yang melibatkan pelajar dari berbagai tingkat sekolah hingga masyarakat Desa Pacalan secara umum. Pawai budaya tersebut ditutup dengan atraksi reog Ponorogo.
Desa Pacalan dulunya adalah tanah perdikan atau kawasan bebas pajak dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Di desa ini terdapat makam Kiai Kembang Sore di mana di dalamnya bersemayam Bupati Magetan ke-2, Kanjeng Kyai Adipati Purwodiningrat dan Bupati Magetan ke-3, Raden Tumenggung Sosrodipuro.
Kiai Kembang Sore merupakan guru spiritual Bupati Magetan ke-2 Kanjeng Kyai Adipati Purwodiningrat.
Adapun Festival Dawuhan Senopati Sumber Mudal yang digelar pada Minggu (28/8/2022) dihadiri oleh Camat Plaosan, Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Magetan Eka Raditya, Kepala Desa Pacalan Agus Suharto, serta masyarakat Desa Pacalan.