Pemerintah Arab Saudi menerapkan pembatasan sosial terkait pelaksanaan umrah selama pandemi Covid-19. Penerapan kebijakan tersebut otomatis berdampak pada jemaah umrah di Tanah Air.
Pengusaha jasa travel umrah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menaikkan biaya paket umrah hingga kisaran Rp10 juta per kepala sebagai dampak kenaikan biaya akomodasi dan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah Arab Saudi, sebagaimana melansir dari ANTARA.
Advertisement
Biaya Lebih Mahal
"Penerapan protokol kesehatan yang ketat menyebabkan harga paket ibadah umrah 'new normal' lebih mahal dibanding sebelumnya," jelas Manajer Pemasaran PT Menara Kamilah Travel dan Umrah Tulungagung, Dzulhaq Reza Syahruniam di Tulungagung, Kamis (5/11/2020.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya paket umroh lebih mahal dibanding sebelum pandemi. Pertama lantaran kapasitas kamar tidur hotel dan bus yang dibatasi sesuai protokol Covid-19, yakni maksimal 50 persen.
Advertisement
Hotel yang Diizinkan Beroperasi
Jika biasanya satu kamar hotel bisa digunakan untuk empat jemaah, kini hanya boleh diisi oleh dua orang saja. Selain itu, biasanya jasa travel umrah bisa menggunakan bintang hotel tiga dan empat untuk para jemaah, kini tidak lagi bisa dilakukan. Pasalnya, pemerintah Arab Saudi hanya menginzinkan hotel bintang lima yang boleh beroperasi di masa normal baru.
"Hotelnya pun hanya yang bintang lima saja yang diperbolehkan beroperasi oleh kerajaan Arab Saudi," lanjutnya.
Advertisement
Waktu Beribadah Berkurang
Tidak hanya itu, pelaksanaan ibadah umrah di era normal baru juga tidak bisa maksimal. Begitu tiba di Arab Saudi, jemaah diwajibkan menjalani karantina mandiri di hotel selama tiga hari.
Bagi jemaah yang memilih paket umrah 10 hari, mereka hanya memiliki waktu lima hari untuk beribadah. Selebihnya, waktu digunakan untuk perjalanan dan melakukan karantina mandiri di hotel.