Informasi terbaru dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, WNI di dalam negeri yang positif corona berjumlah 19 orang. Pada awal pekan ini (9/3), Kemenkes mengonfirmasi bahwa 13 orang positif corona atau COVID-19. Berita ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah RI untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto.
Epidemi corona membawa sejumlah dampak dalam masyarakat. Mulai dari hoax atau berita bohong, kelangkaan masker, cairan pencuci tangan atau hand sanitizer, serta mahalnya harga empon-empon.
Menyikapi hak tersebut, salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sidoarjo melakukan terobosan baru. Melalui ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR), sejumlah siswa di SMA Al Muslim Sidoarjo memproduksi cairan pencuci tangan atau hand sanitizer.
Cairan pencuci tangan buatan siswa SMA Al Muslim Sidoarjo menjadi salah satu alternatif karena cairan pencuci tangan semakin sulit dijumpai di pasaran. Berikut 5 fakta mengenai hal tersebut:
Advertisement
Produk Karya Ilmiah Remaja (KIR)
Cairan pencuci tangan ini diproduksi oleh sekelompok siswa SMA Al Muslim Sidoarjo yang tergabung dalam ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Ide pembuatan cairan pencuci tangan itu bermula ketika SMA Al Muslim mengadakan acara pembagian makanan gratis di beberapa rumah sakit daerah di Waru, Sidoarjo.
Cairan pencuci tangan bisa dijumpai di sejumlah titik di lingkungan rumah sakit. Dari situlah, para siswa yang merupakan anggota ekstrakurikuler KIR berpikir untuk mmeproduksi cairan pencuci tangan sendiri.
Terlebih, ketika epidemi corona merebak. Harga cairan pencuci tangan yang mahal dan semakin susah ditemukan semakin meneguhkan niat para siswa untuk memproduksi cairan pencuci tangan sendiri.
Advertisement
Nama "Hansalim"
Pemberian nama cairan pencuci tangan yang dibuat oleh sejumlah siswa SMA Al Muslim Sidoarjo diberi nama Hansalim. Hansalim ini merupakan akronim dari Hand Sanitizer SMA Al Muslim.
Penciptaan Hansalim merupakan wujud kepedulian para siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan. Hansalim dibuat dari bahan-bahan alami seperti cairan lemon, aloevera, pandan, dan beberapa komponen lain.
Advertisement
Penggunaan "Hansalim"
Cairan pencuci tangan hasil karya siswa KIR SMA Al Muslim Surabaya rencananya akan diletakkan di setiap ruangan di lingkungan sekolah. Hal itu dimaksudkan supaya setiap orang yang masuk ke ruangan bisa mencuci tangan menggunakan Hansalim.
Penyediaan cairan pencuci tangan Hansalim ditujukan supaya setiap orang di lingkungan sekolah tetap menjaga kesehatan diri dan kebersihan lingkungan.