Jumlah kematian akibat virus corona (Covid-19) sampai hari ini mencapai lebih dari 3.000 di seluruh dunia. China mengumumkan data terakhirnya, dimana da 42 kasus kematian baru. Data baru ini menambah jumlah kasus kematian di China yaitu 2.912, dan di seluruh dunia lebih dari 3.000 orang yang telah meninggal dunia akibat virus ini.
Di Indonesia, virus Corona malah ada yang memanfaatkan momen demi ketenaran. Beberapa hari ini publik dihebohkan dengan kemunculan lagu dangdut koplo berjudul Corona yang dinyanyikan pedangdut, Alvi Ananta. Video ini diunggah kanal Youtube Samudera Records ini menuai kontroversi karena membawa nama Virus Corona yang sedang meresahkan dunia.
Corona sendiri merupakan wabah virus dari Wuhan China yang kini penyebarannya hampir di seluruh dunia. Kasus corona menjadi perhatian publik dunia, yang sampai saat ini di beberapa negara kasusnya meningkat.
Kemunculan lagu Corona (Comunitas Rondo Merana), direspon negatif oleh beberapa pihak. Lagu ini dianggap tidak etis, karena muncul di tengah kondisi dunia yang 'darurat Virus Corona'. Menurut data resmi WHO per tanggal 29 Februari 2020 terjadi 85.403 kasus Corona secara global. Tak sedikit warganet yang mengecam dan menyesalkan dirilisnya lagu yang menggunakan judul Corona itu.
Advertisement
Corona Diplesetkan Comunitas Rondo Merana
Lagu dan video yang dirilis beberapa hari yang lalu ini bergenre dangdut remix. Lagu dangdut asal Banyuwangi ini menggunakan Bahasa Jawa sepenuhnya. Dalam makna lagu ini, Corona merupakan singkatan dari Comunitas Rondo Merana (Komunitas Janda Merana).
Lagu ciptaan Miswan Samudra dan DJ Theplex ini bercerita tentang nasib seorang janda yang merana. Banyak yang menganggap lagu ini tidak etis karena membawa nama Virus Corona yang sedang menjadi sorotan dunia.
Advertisement
Dihujat Netizen
Sangat disayangkan rilisnya lagu di tengah ketakutan warga dunia terkait wabah Corona yang semakin meningkat. Isu yang sedang menarik perhatian dunia ini, dimanfaatkan segelintir warga Indonesia untuk menarik perhatian atau meraup keuntungan.
"Corona virus dari Cina, comunitas rondo merana,"begitu secuil lirik dari lagu kontroversial itu.
Lirik tersebut dianggap tidak peka dan kurang etis untuk dinyayikan. Tak hanya itu, menyoroti etika penyanyi, yang berjoget ria dengan menyanyikan lagu tersebut. Dalam video berdurasi sekitar 4 menit, Alvi tampak berjogat khas ala penyanyi dangdut.
Advertisement
Raib di Youtube
Lagu dan video yang memlesetkan Virus Corona ini langsung menarik perhatian publik. Hujatan membanjiri komentar Youtube Samudra Record. Selain itu, beberapa akun di Instagram menyebarkan video tersebut dan mengundang banyak komentar.
Lagu yang mengundang kontroversi dan memalukan warga Indonesia ini akhirnya hilang. Belum diketahui, apa penyebab hilangnya video ini dari kanal Youtube Samudra Records. Ada kemungkinan dihapus oleh pemilik akun, atau terkena laporan dari warganet dan diturunkan oleh pihak Youtube.
Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Samudra Records maupun Alvi Ananta.
Advertisement
Terancam Disomasi
Penyanyi lagu Corona terancam disomasi oleh Presidium Komunitas Keluarga Migran Indonesia (KAMI) Jawa Timur, Krisna Adi. Menurut Dia lagu tersebut mencoreng nama baik Kabupaten Banyuwangi.
"Lagu tersebut benar-benar mencoreng nama baik Banyuwangi," ujarnya.