6 Fakta Baru Ledakan Petasan di Blitar, Ditemukan Puntung Rokok
Tim Jihandak dan Labfor menemukan bekas puntung rokok di dekat lokasi ledakan petasan di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar. Warganet justru soroti temuan polisi tersebut.
Ledakan keras akibat timbunan petasan terjadi di Dusun Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok Blitarpada Minggu (19/2/2023). Ledakan diduga berasal dari bahan petasan.
Setidaknya ada lebih dari 20 rumah dan 1 fasilitas umum (masjid) yang terdampak rusak ringan. akibat ledakan yang berasal dari salah satu rumah warga tersebut. Terbaru, ledakan ini menelan empat korban jiwa dan beberapa korban luka-luka.
Insiden ledakan yang disebabkan bahan petasan itu menyebabkan empat orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia merupakan satu keluarga yang terdiri dari Darman, pemilik rumah yang mayatnya ditemukan dalam kondisi utuh.
Sementara tiga korban lain yang merupakan anak dan keponakan korban, yakni Aripin, Widodo, dan Wawa teridentifikasi melalui potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi ledakan.
Selain empat korban meninggal dunia, sebanyak 23 orang mengalami luka-luka akibat ledakan yang terjadi. Di antara korban luka-luka, terdapat seorang bayi berusia empat bulan.
Petasan untuk Ramadhan
Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Rochan mengatakan, berdasarkan keterangan dari Ketua RT setempat, bahwa anak korban punya kebiasaan jelang bulan Ramadan membuat petasan seperti pada bulan Ramadan tahun lalu.
Saat ini, rumah yang menjadi lokasi ledakan telah distrerilisasi hingga sejauh 100 meter. Sejumlah anggota kepolisian juga diturunkan untuk berjaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Menindaklanjuti insiden kecelakaan tersebut, Polres Blitar Kota bekerja sama dengan Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur untuk menyelidiki penyebab ledakan di kawasan permukiman itu.
Hasilnya, Tim Jihandak dan Labfor menemukan bekas puntung rokok di dekat lokasi ledakan petasan. Polisi menduga ledakan tersebut disebabkan korban merakit petasan sembari merokok.
"Saat meracik tidak aman, sambil merokok hingga terjadi ledakan hebat akibat black powder kena percikan api rokok," terang Kapolresta Blitar AKBP Argowiyono, Senin (20/2)
Pusat Ledakan di Dapur Belakang Rumah
Selain menemukan puntung rokok, tim Labfor Polda Jatim juga menemukan sisa bahan baku petasan saat sterilisasi dan olah TKP ledakan.
Kapolres Blitar mengungkapkan, pusat ledakan berada di dapur belakang rumah. Dari daya ledak ditemukan panci yang sudah hancur. Panci tersebut diduga menjadi tempat menyimpan petasan.
Larangan Menyimpan Bahan Peledak
Adapun, saat ini tim masih menelusuri asal-usul bahan baku petasan yang meledak di rumah milik Darman. Dugaan sementara, bahan baku petasan itu merupakan milik anak Darman."Kami sedang mendalami asal-usul sumber bahan (petasan). Itu menjadi tugas penyidik mengungkap karena memang menyimpan bahan peledak tidak diperbolehkan. Sudah diatur dalam pasal Undang-undang Darurat," demikian keterangan tertulis Polres Blitar Kota, Selasa (21/2).
Hal serupa pernah terjadi di Sleman, DI Yogyakarta. Satu rumah di Kampung Plosokuning 5 Minomartani, Ngaglik, Sleman hancur akibat ledakan yang diduga petasan pada 22 April 2022.
Salah seorang saksi mata mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB dengan suara sangat keras, terdengar hingga radius lebih dari 1 kilometer.
Ledakan akibat bahan petasan itu menyebabkan satu bangunan rumah permanen runtuh, rata dengan tanah. Pemilik rumah dikabarkan selamat tanpa luka-luka. Pemilik rumah berharap kejadian tersebut dapat diusut pihak berwenang.
Selain di Sleman, pada akhir April 2021, leadakan besar akiabt bahan petasan juga terjadi di Desa Sidaurip Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Ledakan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB pada Jumat, 30 April 2021. Ledakan berasal dari bahan petasan sebanyak 5,5 kg yang disimpan dalam rumah kosong.