Dewasa ini, beberapa produk impor masih diminati di pasaran ketimbang produk lokal. Hal ini membuat harga produk lokal merosot tajam dan tidak bisa bersaing di pasaran. Hal inilah yang terjadi di Brebes, Jawa Tengah. Di sana, garam impor dinilai lebih bagus kualitasnya dibandingkan garam lokal.
Untuk menyeimbangkan kualitas itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan membuat terobosan melalui Program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (Pugar). Terobosan itu dilakukan dengan membangun unit pengolahan garam atau washing plant. Melalui program ini, diharapkan garam lokal yang dihasilkan kualitasnya menjadi lebih bagus dan mampu bersaing dengan produk luar.
“Mudah-mudahan dengan tersedianya washing plant mampu meningkatkan kualitas garam lokal dan menekan laju impor pertumbuhan garam lagi,” ujar Deputi Bidang Kemaritiman dan Investasi Sekretaris Kabinet, Agustina Murbaningsih, dikutip dari Jatengprov.go.id pada Kamis (24/12).
Advertisement
Hanya Rangsangan
Menurut Plt Dirjen Pengelolaan Ruang Laut TB Haeru, bantuan yang diberikan dari pemerintah itu sebenarnya hanyalah simultan atau rangsangan untuk peningkatan kualitas garam. Dengan adanya bantuan itu, diharapkan ke depan akan muncul pemikiran sinergi untuk mewujudkan peningkatan kualitas dan produksi garam lokal. Sinergi itu harus dibangun antara petani garam dan Pemerintah Kabupaten Brebes.
“Dengan kualitas yang baik, otomatis harga menjadi tinggi. Sehingga kesejahteraan petani garam juga akan semakin meningkat,” kata Haeru.
Advertisement
Tanggapan Wakil Bupati
Sementara itu Wakil Bupati Brebes, Narjo, mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat. Ia optimis bahwa garam Brebes yang didukung oleh program Pugar mampu menjawab persoalan garam nasional menuju swasembada garam nasional.
Selain itu ia menjelaskan pada tahun 2019 lalu, petani garam Brebes telah memproduksi 49.574,45 ton garam dengan produktivitas 81,8 ton per hektare. Namun pada tahun 2020 jumlah itu mengalami penurunan menjadi 24,10 ton per hektare akibat kemarau basah, harga rendah, dan serapan industri yang juga rendah.
“Kabupaten Brebes memiliki potensi lahan tambak garam seluas 1.176 hektare yang didukung oleh 658 orang petambak garam dan lima koperasi garam,” papar Narjo.