Jadi Pembicara di UKM Expo, Dokter Tirta Ungkap Rahasia Berbisnis di Tengah Pandemi

Pada Senin (26/10), Dokter Tirta diundang untuk mengisi acara virtual bertajuk “UKM Virtual Expo” yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah di Semarang. Pada kesempatan itu, Dokter Tirta mengungkapkan rahasia sukses dalam berbisnis di tengah pandemi.

Shani Ramadhan Rasyid
Oleh Shani Ramadhan Rasyid - Reporter
Jadi Pembicara di UKM Expo, Dokter Tirta Ungkap Rahasia Berbisnis di Tengah Pandemi
Dokter Tirta. ©2020 Merdeka.com/Youtube Rico Huang

Senin (26/10), dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi, atau yang akrab dipanggil dokter Tirta diundang untuk mengisi acara virtual bertajuk “UKM Virtual Expo”. Acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah di Semarang.

Pada kesempatan itu, dokter Tirta mengungkapkan rahasia sukses dalam berbisnis. Tak hanya berprofesi sebagai dokter maupun influencer, dokter Tirta juga merupakan seorang pengusaha yang berhasil merangkul pegawai yang 50 persen di antaranya merupakan anak jalanan.

Ketika banyak pengusaha yang terpaksa memotong upah hingga mengurangi jumlah karyawan di masa pandemi, dokter Tirta tidak melakukan hal itu. Ia bahkan menggaji penuh dan memberikan tunjangan hari raya kepada seluruh karyawannya.

“Saya menemukan kesenangan tersendiri ketika pegawai dapat duit dari situ, apalagi sebagian dari mereka sebelumnya merupakan kaum marginal,” ungkap Dokter Tirta dikutip dari ANTARA Selasa (27/10).

Lalu apa rahasia dokter Tirta bisa sukses sebagai seorang pengusaha? Berikut selengkapnya:

Punya Dana Talangan

Menurut Tirta, sebagai pelaku usaha, dia tidak pernah mengurangi gaji para karyawannya. Bahkan THR menjelang Idul Fitri ia berikan tepat waktu. Dia pun mengungkapkan rahasianya mengapa ia masih mampu melakukan itu semua di tengah kondisi ekonomi yang sedang terpuruk di masa pandemi.

“Pelaku usaha itu butuh dana talangan. Jadi saya selalu menyisihkan 10 persen dari omzet setiap bulan untuk digunakan sebagai dana talangan. Dana inilah yang digunakan untuk menggaji mereka selama pandemi ini,” ungkap Tirta.

Merangkul Pegawai

Menurut Tirta, selama ini kesalahan paling besar para pebisnis muda adalah mengambil laba yang terlalu besar lalu dibuat profit pribadi. Hal ini menurutnya bisa menimbulkan kecemburuan antara pemilik dengan pegawai.

Misalnya saja pegawai diberi gaji Rp2,5 juta tapi walaupun sudah meningkatkan kinerjanya gajinya tidak naik-naik. Lalu di saat yang bersamaan pemilik membeli mobil yang mewah untuk dirinya sendiri. Hal ini bisa membuat pekerja marah dan akibatnya akan terjadi aksi boikot.

Oleh karena itu, dia meminta agar pemilik usaha itu bisa memberdayakan pegawai dan merangkul mereka. Dengan begitu seorang pengusaha bisa menjadi pemimpin yang baik.

Harus Punya Financial Plan

Selain memberdayakan pegawai, Tirta mengatakan kalau pemilik usaha juga harus memiliki financial plan atau perencanaan keuangan yang baik. Termasuk mempersiapkan anggaran biaya listrik, rugi, dana talangan, riset dan pengembangan, biaya sewa tempat usaha, hingga keberadaan kompetitor.

“Jangan cuma yang penting niat, perkaya juga kekuatan pikiranmu, belajar “financial plan” yang bagus. Seperti hitungan pajak, jadi jangan kaget kalau suatu saat dapat surat dari pajak kok segini. Padahal pajak UMKM hanya 0,5 persen, bahkan selama pandemi pajak UMKM dibayar oleh negara,” kata Tirta dikutip dari ANTARA.

Rekomendasi