Remaja di Sunter Saling Serang Pakai Celurit dan Golok, 9 Orang Ditangkap Polisi

Sejauh ini motif tawuran diduga akibat saling ejek di media sosial.

Ady Anugrahadi
Oleh Ady Anugrahadi - Reporter
Remaja di Sunter Saling Serang Pakai Celurit dan Golok, 9 Orang Ditangkap Polisi
Remaja di Sunter Saling Serang Pakai Celurit dan Golok, 9 Orang Ditangkap Polisi (Merdeka.com)

Bentrok antar remaja diabadikan oleh pengguna jalan.

Dua kelompok remaja tawuran di Jalan Sunter Jaya I, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (20/8) pagi. Bentrok antar remaja diabadikan oleh pengguna jalan. Rekaman video diunggah akun @jakut.info ke media sosial instagram dan menjadi viral. Para pelaku tawuran melengkapi diri dengan pelbagai macam senjata tajam seperti celurit dan golok. Mereka saling berhadap-hadapan memancing emosi satu sama lain dengan kata-kata kotor. Situasi di sekitar lokasi mencekam. Beberapa penguna jalan kesulitan melintas.

Sembilan orang ditangkap polisi dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam. Kasus masih diselidiki polisi.

Sembilan orang ditangkap polisi dan satu orang ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam. Kasus masih diselidiki polisi.
Dok. Istimewa

"Iya benar, masih penyelidikan. Kita amankan 9 orang yakni MG, MS, A, JP, L, AP, MS, RR dan AN," kata Kapolsek Tanjung Priok, Kompol Nazirwan dalam keterangannya, Senin (21/8).

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok AKP Alex Candra menambahkan, satu orang ditetapkan sebagai tersangka berinisial LJR (19) karena kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pelaku menjerat tersangka kenakan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Polisi masih mendalami keterlibatan pelaku lain, termasuk soal adanya penggunaan pistol dalam tawuran tersebut.

Polisi masih mendalami keterlibatan pelaku lain, termasuk soal adanya penggunaan pistol dalam tawuran tersebut.
Dok. Istimewa

Dalam kasus ini, senjata tajam yang disita sebanyak tiga unit.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sejauh ini motif tawuran diduga akibat saling ejek di media sosial.

Rekomendasi