Pintu Tol Pejompongan Dibakar Massa Demo di DPR, Kondisi Petugas Dipastikan Aman

Aksi demonstrasi di area Gedung DPR/MPR Senayan mengakibatkan kerusakan pada beberapa fasilitas, termasuk terbakaranya pintu tol Pejompongan.

Maulandy Rizky Bayu Kencana
Pintu Tol Pejompongan Dibakar Massa Demo di DPR, Kondisi Petugas Dipastikan Aman
Aksi demo yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR Senayan menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas hingga terbakarnya pintu tol Pejompongan. (Dok. Jasa Marga) (© 2025 Liputan6.com)

Aksi demonstrasi di kawasan gedung DPR/MPR Senayan masih berlanjut hingga Jumat (29/8) malam. Demo ini mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas, termasuk terbakarnya pintu tol Pejompongan.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT), Widiyatmiko Nursejati mengungkapkan bahwa banyak fasilitas pelayanan jalan tol rusak akibat unjuk rasa ini.

Beberapa di antaranya adalah Water Barrier, Median Concrete Barrier (MCB), CCTV jalan tol, serta Gerbang Tol (GT) Pejompongan yang terbakar di seberang Gedung MPR/DPR.

"Kebakaran ini terjadi pada pukul 21.14 WIB, namun Jasa Marga memastikan semua petugas di lokasi dalam kondisi baik dan selamat," kata Widiyatmiko seperti dikutip Sabtu (30/8).

Menurut Widiyatmiko, Jasa Marga sangat menyesali segala tindakan pengerusakan yang terjadi selama aksi unjuk rasa.

"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan dan hambatan yang dialami masyarakat selama demonstrasi berlangsung," kata Widiyatmoko.

Hingga pukul 22.00 WIB pada Jumat (29/8), massa demonstran masih berada di area jalan tol, sehingga pengalihan lalu lintas terus dilakukan.

Berdasarkan diskresi Kepolisian, sejak pukul 17.13 WIB, pengguna jalan dari arah Tol Jagorawi maupun Jakarta-Cikampek yang ingin menuju Slipi diarahkan untuk berbelok ke Tanjung Priok, atau menghindari ruas Tol Cawang--Tomang--Pluit untuk sementara waktu.

"Prioritas utama kami adalah menjaga keselamatan pengguna jalan. Oleh karena itu, atas diskresi Kepolisian, pengalihan arus lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota akan dilanjutkan hingga situasi kembali aman," tutup dia.

Ditutup Imbas Demo DPR, Jalan Tol Cawang-Tomang-Pluit Belum Beroperasi Normal
Aksi demo yang berlangsung sejak Jumat, 29 Agustus 2025 menyebabkan Ruas Tol Cawang-Tomang-Pluit di tutup sementara waktu. (Dok. Jasa Marga) © 2025 Liputan6.com

Gerbang Tol Pejompongan di Jakarta Pusat mengalami kebakaran akibat aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR Senayan pada Jumat (29/8) malam.

Pantauan jurnslis Liputan6.com di lokasi, sekitar pukul 21.00 WIB, para demonstran merobohkan sebagian pagar samping DPR berusaha masuk ke halaman, namun terhalang barikade TNI.

Sekitar pukul 21.20 WIB, kobaran api terlihat dari arah pintu masuk tol, menghasilkan asap hitam pekat menyelimuti Gerbang Tol Pejompongan.

Sementara itu, para demonstran terus berupaya untuk memasuki halaman DPR dengan berteriak meminta kehadiran Polri di luar area tersebut. Mereka melemparkan mercon dan batu ke arah petugas.

Kepolisian merespons dengan menembakkan gas air mata dan menggunakan water cannon untuk membubarkan massa.

"Mundur, jangan masuk, tolong mundur," teriak polisi saat berusaha mengendalikan kerusuhan tersebut pada Jumat malam itu.

Pintu Tol Pejompongan Terbakar Imbas Demo DPR, Semua Petugas Jalan Tol Selamat
Aksi demo yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR Senayan menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas hingga terbakarnya pintu tol Pejompongan. (Dok. Jasa Marga) © 2025 Liputan6.com

Sementara itu, sejumlah stasiun MRT ditutup sementara waktu demonstrasi yang memanas. Penutupan ini terjadi akibat aksi demonstrasi yang berlangsung di berbagai lokasi di Jakarta, termasuk unjuk rasa di Polda Metro Jaya.

Awalnya, hanya Stasiun Istora Mandiri yang ditutup sementara karena demonstrasi tersebut. Namun, tidak lama setelah itu, pihak MRT memutuskan untuk menutup juga Stasiun Senayan Mastercard.

"Penutupan sementara seluruh entre stasiun Senayan Mastercard," demikian pernyataan yang diambil dari akun X MRT Jakarta pada Jumat (29/9).

Selain itu, MRT juga menutup sementara akses pintu masuk A, B, dan C di Stasiun Bendungan Hilir, serta pintu B dan D di Stasiun Setiabudi Astra. Pintu E, C, dan Elevator GC 1 di Tatapuri juga ditutup untuk sementara waktu. Saat ini, belum ada informasi mengenai kapan Stasiun MRT Istora Mandiri dan Senayan Mastercard akan dibuka kembali.

Para pelanggan yang menggunakan Stasiun MRT diimbau untuk menyesuaikan stasiun keberangkatan atau tujuan mereka.

"Keamanan dan keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas kami," tulis MRT dalam pengumumannya.

Dengan adanya penutupan ini, diharapkan para pengguna dapat merencanakan perjalanan mereka dengan lebih baik dan menghindari keterlambatan akibat situasi yang tidak terduga.

Pintu Tol Pejompongan Terbakar Imbas Demo DPR, Semua Petugas Jalan Tol Selamat
Aksi demo yang berlangsung di kawasan Gedung DPR/MPR Senayan menyebabkan rusaknya sejumlah fasilitas hingga terbakarnya pintu tol Pejompongan. (Dok. Jasa Marga) © 2025 Liputan6.com

Massa mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Polda Metro Jaya mulai melepaskan petasan ke arah gedung. Para petugas kepolisian, baik yang mengenakan atribut lengkap maupun yang berpakaian preman, menjadi sasaran petasan tersebut.

Mereka masih menuntut keadilan terkait insiden meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan. Diketahui bahwa Affan Kurniawan meninggal dunia setelah ditabrak mobil rantis Brimob saat kericuhan demo DPR pada malam hari, Kamis, 28 Agustus 2025.

Pantauan Liputan6.com pada Jumat (29/8/2025) menunjukkan bahwa massa aksi mulai menembakkan petasan setelah hujan mulai mereda, sekitar pukul 18.38 WIB. Tindakan ini memicu aparat kepolisian untuk bergerak memukul mundur para pengunjuk rasa.

Awalnya, petasan diarahkan ke langit, namun kemudian beberapa di antaranya mulai diarahkan ke arah polisi yang bertameng. Petugas memilih untuk mundur dan bertahan di posisi mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, sasaran petasan beralih ke gedung Polda Metro Jaya dan aparat kepolisian yang ada di sekitar.

Suasana di lokasi semakin mencekam ketika massa mulai membakar fasilitas umum yang berada di samping pagar Polda Metro Jaya, termasuk tiang listrik dan kamera CCTV.

Kendaraan rantis kemudian bergerak maju bersamaan dengan aparat yang menggunakan tameng. Diikuti oleh polisi yang berpakaian preman, mereka berlarian mengejar massa mahasiswa yang semakin tidak terkendali.

Rekomendasi