Ini Penyebab Macet Parah hingga Berjam-jam Menuju Lokasi PRJ

Pekan Raya Jakarta (PRJ) selalu dipadati masyarakat. Namun untuk menuju ke sana, bukan perkara gampang karena adanya kemacetan di jalan sebelum pintu masuk PRJ. Terlebih bagi warga yang menggunakan mobil. Dibutuhkan waktu tempuh selama tiga jam.

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Ini Penyebab Macet Parah hingga Berjam-jam Menuju Lokasi PRJ
Ribuan pengunjung serbu hari pertama Pekan Raya Jakarta. ©2022 Merdeka.com/Imam Buhori

Pekan Raya Jakarta (PRJ) selalu dipadati masyarakat. Namun untuk menuju ke sana, bukan perkara gampang karena adanya kemacetan di jalan sebelum pintu masuk PRJ. Terlebih bagi warga yang menggunakan mobil. Dibutuhkan waktu tempuh selama tiga jam.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan, penyebab kemacetan tersebut karena akses keluar masuk pengunjung PRJ yang berbenturan sehingga menyebabkan penumpukan.

"Karena bersamaan masyarakat masuk, sehingga ada kepadatan. Di kawasan Benyamin Sueb, kemudian di Jalan Angkasa dan sekitarnya," kata Syafrin di Balai Kota, Jakarta, Kamis (29/6).

Dia menyebut, sebagian besar kemacetan didominasi kendaraan pribadi. Meskipun sudah menyiapkan langkah antisipasi dengan menyarankan masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum, napi hal itu dianggap masih tidak ampuh dalam mengurai kepadatan yang ada.

"Tentu kami mengimbau kepada masyarakat agar ke PRJ itu tetap menggunakan angkutan umum. Bisa dengan KRL, nanti turun di Kemayoran, kemudian di sana sudah disiapkan shuttle bus," jelas dia.

Selain itu, Syafrin juga memberikan solusi dengan pengerahan armada Transjakarta yang akan menuju langsung ke arah Kemayoran. Sebanyak tiga ruta telah disiapkannya.

"Salah satunya ada rute yang dari Balaikota ke kota, sekarang diarahkan ke PRJ dahulu, dan sebaliknya," pungkas dia.

Sebelumnya, tim merdeka.com mencoba salah satu rute yang telah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta pada Senin (26/6) lalu dengan menaiki Transjakarta pada pukul 15.00 WIB dari Balaikota.

Sayangnya, perjalanan yang dirasakan sungguh semrawut. Tak diharapkan, Halte Balaikota ditutup karena ada aksi penyampaian pendapat di sekitar Patung Kuda. Pihak Transjakarta juga tak melakukan perubahan layanan bagi penumpang yang ingin pergi ke PRJ.

Salah satu pramusapa yang bertugas menyarankan untuk menggunakan bus 1P dari Halte IRTI dan turun di Budi Utomo. Saat jarum jam menunjukkan pukul 15.20, bus 1P baru tiba di halte.

"Turun di Halte Budi Utomo?" tanya merdeka.com.

Pertanyaan tersebut dilontarkan dengan penuh keheranan. Sebab, mengacu pada peta rute, 1P tidak melayani sampai Budi Utomo. Namun, sang petugas meminta untuk naik ke dalam bus terlebih dahulu.

Akhirnya bus melaju. Sang petugas pun berbicara ke sopir untuk berhenti agak lama di halte selanjutnya, Gambir II, untuk bertanya di sana.

Bus pun tiba di Gambir II. Benar saja, pintu terbuka lebih lama dan petugas lari ke dalam halte untuk bertanya. Sampai akhirnya dia masuk lagi ke dalam bus.

"Yang mau ke PRJ, turun ya di Gambir I. Naik bus nomor 2 sampai Pecenongan," teriaknya memberi pengumuman.

Akhirnya, merdeka.com turun di halte yang dimaksud. Namun ternyata, perlu berjalan sekitar 100 meter untuk bisa naik bus nomor 2 itu.

Sesampainya di halte yang dituju, petugas memberi arahan yang berbeda. Penumpang yang ingin ke PRJ diminta turun di Halte Juanda dan di sana akan tersedia bus yang langsung menuju ke JiExpo.

Jam sudah menunjukkan pukul 15.37 WIB dan bus nomor 2 akhirnya tiba. Tanpa ragu, merdeka.com masuk ke dalam dan turun di Juanda.

Selama delapan menit perjalanan, akhirnya bus tiba di Juanda. Lagi dan lagi, menunggu menjadi kunci utama saat menggunakan transportasi umum.

Singkat cerita, merdeka.com berhasil masuk ke PRJ pada pukul 18.00 WIB. Maka dari itu, perjalanan yang ditempuh memakan waktu tiga jam dengan tarif Rp7.000 dari Balaikota.

Rekomendasi