Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta telah berlangsung selama lebih dari satu minggu. PRJ ke-54 ini dibuka pada 14 Juni lalu hingga 16 Juli mendatang.
Untuk hari ini, Senin (26/6), PRJ beroperasi pada pukul 15.30 sampai 22.00 WIB. Tiket masuk dibanderol Rp30 ribu.
Meski di hari biasa, berdasarkan pantauan merdeka.com di lapangan, PRJ nampak ramai pengunjung. Suasa di PRJ terasa panas karena padatnya orang-orang di dalam sehingga ruang gerak terbatas. Bahkan, dada dapat terasa sesak saat berjalan di tengah-tengah gerombolan pengunjung.
Nisa, salah satu pengunjung dari Kemayoran, memilih datang di hari Senin karena harga tiketnya yang murah.
"Ya karena murah. Senin kan paling murah. Kedua, kalau weekend mahal," kata Nisa kepada merdeka.com.
Kendati jarak rumah dekat, perjalanan Nisa menuju PRJ terhambat karena terkena macet. Tak hanya itu, dia juga perlu berkeliling untuk mendapatkan tempat parkir.
"Pokoknya satu jam buat masuk sini. Dari rumah pukul 15.30 WIB, masuknya pukul 16.30 WIB. Mungkin antre 30 menit kali ya. Ramai banget, dempet-dempetan. Tapi toiletnya bersih deh," ujar Nisa.
Berangkat dari situ, merdeka.com akhirnya mencoba menengok toilet di area PRJ. Sayangnya, toilet di PRJ masih sangat terbatas. Toilet hanya berada di hall. Akibatnya, pengunjung masih harus mengantre panjang untuk dapat menggunakan toilet.
Meski ramai pengunjung, toilet di PRJ benar-benar bersih. Persediaan tissue ada di tiap bilik. Tak hanya itu, terdapat dua petugas yang disiagakan di sana untuk menjaga toilet tetap kering.
Advertisement
Namun, kebersihan toilet tak berbanding lurus dengan di setiap jalan pada area PRJ. Jumlah tong sampah, berdasarkan pantauan, masih terlalu sedikit. Keberadaannya sangat jauh meski tempat sampah itu diletakkan di area yang mudah terlihat.
Karena jumlah tong sampah yang sedikit itu, akhirnya banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Bahkan, terdapat tumpukan sampah di belakang beberapa booth.
Penanganan sampah di sana juga masih perlu dievaluasi. Setiap tenant terlihat mengumpulkan sampah booth mereka ke dalam plastik hitam besar dan diletakkan di samping tempat sampah utama.
Advertisement
Kerap Ganggu Lalu Lalang Pengunjung
Plastik-plastik hitam itu akhirnya menumpuk dan memakan jalan. Selain memunculkan bau tak sedap, plastik sampah tersebut kerap mengganggu lalu lalang para pengunjung hingga kerap ditabrak.
Sekitar pukul 21.00 WIB, mobil pengangkut sampah akhirnya berkeliaran mengambil sampah tersebut dan ruang bergerak pengunjung bisa menjadi lebih luas.