Disdik Benarkan SD di Jakpus Sempat Tunda PTM Karena Guru Terpapar Covid-19

Penutupan sekolah tersebut dilakukan pada tanggal 9-11 Juni 2021. Tetapi saat ini, uji coba di sekolah tersebut sudah kembali dilakukan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Disdik Benarkan SD di Jakpus Sempat Tunda PTM Karena Guru Terpapar Covid-19
Meksiko kembali memulai kegiatan belajar tatap muka. ©2021 REUTERS/Luis Cortes

SD Negeri Kenari 08, Jakarta Pusat sempat menunda uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Penundaan tersebut karena seorang guru dan kepala sekolah dinyatakan positif Covid-19.

"Memang berdasarkan Kepgub kalau ada yang kena (Covid-19) satu atau dua orang itu, maka ditutup selama tiga hari," kata Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja, saat dihubungi, Rabu (16/6).

Penutupan sekolah tersebut dilakukan pada tanggal 9-11 Juni 2021. Tetapi saat ini, uji coba di sekolah tersebut sudah kembali dilakukan.

Lanjut dia, guru tersebut dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan perjalanan ke kampung saat liburan.

"Terpaparnya itu waktu gurunya pulang kampung, waktu libur. Bukan pas mudik lebaran," ucap dia.

Sedangkan kepala sekolahnya terpapar dari lingkungan tempat tinggalnya. "Tidak ada interaksi di sekolah. Kepseknya isoman (isolasi mandiri), gurunya juga," jelas Taga.

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Humas Kerja Sama Antar Lembaga Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan sebanyak 226 sekolah mengikuti pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) pada hari ini, Rabu (9/6/2021).

"226 itu rinciannya 83 yang piloting terbatas kemarin yang telah melaksanakan, ditambah 143 sekolah yang saat ini melakukan PTM tahap satu," kata Taga saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan pada 83 sekolah sebelum yang telah mengikuti pada 7-29 April 2021, belum termasuk kategori uji coba. Taga merincikan, 143 sekolah yang ikut serta dalam PTM saat ini merupakan hasil seleksi dari sekitar 300 sekolah yang mendaftar.

"Untuk 143 itu rinciannya SD 76 sekolah, MI satu sekolah, SMP 14 sekolah, MTS 3 sekolah, SMA 11 sekolah, MA 1 sekolah, SMK 33 sekolah, LKP 4 sekolah, totalnya 143," ucapnya.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi