Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus suap dana hibah KONI. Menyandang status tersangka, Imam memutuskan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga agar fokus pada kasus yang dituduhkan padanya.
Pada Kamis (19/9) kemarin, politikus PKB itu sudah berpamitan dengan seluruh pegawai Kemenpora. Dia mengemasi barang-barangnya.
Hari ini, rumah dinas Imam Nahrawi di Jl Widya Chandra III Nomor 14 terlihat sepi. Kabarnya, Imam dan keluarga sudah berkemas sejak kemarin malam.
Pantauan merdeka.com, Jumat (20/9), tidak terlihat lalu lalang orang di dalam pekarangan rumah. Namun pada pukul 11.30 WIB, sekumpulan ibu-ibu datang mengaku akan melakukan pengajian.
"Iya memang sudah rutin," katanya.
Advertisement
Mobil Boks Angkut Barang
Di luar rumah, terlihat beberapa awak media menunggu kemunculan Imam Nahrawi. Namun tak kunjung terlihat. Pengakuan petugas keamanan yang berjaga, Imam ada di dalam rumahnya.
"Ada di dalam," katanya.
Selang beberapa saat kemudian, satu unit mobil boks tampak masuk ke dalam pekarangan rumah menuju bagian garasi. Menurut sopir, sejumlah barang juga sudah diangkut sejak kemarin.
"Hari ini saya yang ngakutin, kemaren beda lagi orangnya yang ke sini, jadi saya enggak tahu apa-apa," ujar si sopir yang tidak mau menyebut namanya.
Pengakuannya, barang-barang itu akan dibawa ke kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan. Namun dia tidak tahu rumah siapa yang dituju.
"Barang-barang ini di bawa ke Ciganjur," katanya.
Reporter Magang: Chicilia Inge