Pemprov DKI sudah mengirimkan jawaban atas hasil rekomendasi atas dugaan malaadministrasi penataan Tanah Abang. Surat tersebut dijawab dengan sangat panjang dan sudah sampai di tangan Ombudsman.
"Suratnya cukup panjang dan kami sudah antarkan kemarin dan alhamdulillah sudah diterima oleh pihak ombudsman dan kami akan langsung berkoordinasi," kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/4).
Langkah selanjutnya, Sandiaga akan mengagendakan pertemuan dengan Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf membahas lalu lintas di Tanah Abang.
"Kita akan tindak lanjuti juga dengan pertemuan bersama bapak dirlantas yang baru yang anyar, Pak Kombes Yusuf, kami lagi mengatur waktu. Dan masukan-masukannya seperti apa karena harus diperhatikan juga keselamatan lalu lintas," kata Sandi
Meski sudah mengirimkan surat balasan, Sandi memastikan isi surat itu tidak berisi pembukaan jalan Jatibaru. Ia menyebut jalan itu bisa dibuka usai Skybridge selesai dibangun.
"Kami ingin skybridge itu ada supaya nanti tidak terulang lagi bahwa dibuka terus akhirnya menimbulkan kesemrawutan, nanti trotoar enggak diokupasi lagi karena tidak ada lahan usaha. Tidak ada tempat untuk memuliakan pejalan kaki. Jadi itu yang kita harapkan," tegas Sandi.
Sebelumnya, Sandi mengatakan DKI belum akan membuka jalan Jatibaru Raya yang ditutup untuk PKL dalam waktu dekat.
"Kita lakukan secara bertahap, pertama-tama dibuka setelah kita memindahkan pedagang blok G ke penampungan sementara, kita bangun skybridge," kata Sandi di Pasar Tanah Abang, Senin.
Menurut Sandi, pembukaan jalan Jatibaru membutuhkan waktu cukup lama, sebab, harus menunggu sky bridge terbangun. Rencana pembangunan sendiri baru akan dimulai usai Lebaran dan memakan waktu 8 bulan.
"Tapi ini akan proses terus dan memakan waktu cukup signifikan," ujarnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com