BPTJ sebut wacana mobil bayar masuk Jakarta agar orang beralih ke angkutan umum

BPTJ sebut wacana mobil bayar masuk Jakarta agar orang beralih ke angkutan umum. ERP memang menjadi salah satu solusi jangka panjang BPTJ atasi kemacetan di ibu kota. Rencana jangka panjang lain yang tengah digarap BPTJ adalah membangun perumahan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Liputan6.com
Oleh Liputan6.com - Reporter
BPTJ sebut wacana mobil bayar masuk Jakarta agar orang beralih ke angkutan umum
Kemacetan Jakarta. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, penerapan aturan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) bagi kendaraan yang datang dari luar Jakarta bukanlah hal baru. Menurut Bambang, aturan tersebut bukanlah baru.

"Jadi ERP itu kan sudah diterapkan di Jakarta walaupun belum diimplementasikan. Jadi bukan barang baru," kata Bambang, Selasa (27/3).

Sistem ERP ini nantinya akan memaksa para pengendara mobil pribadi untuk membayar esktra saat kendaraan melaju di Jakarta pada jam-jam sibuk. Menurut Bambang, cara ini dinilai bisa menggeser minat masyarakat dari mobil pribadi yang memang dikenal lebih nyaman ke transportasi umum.

"Karena mobil pribadi susah disaingin. Mobil pribadi nyaman, bisa bawa barang pribadi, begitu buka pintu rumah dia langsung ada mobilnya. Jadi kami perlu ada kebijakan push supaya orang bergeser menggunakan angkutan umum," ujar Bambang.

Bambang berharap naiknya tarif kendaraan pribadi dengan konsep ERP bisa membuat masyarakat perlahan meninggalkan kendaraan pribadi. "Sehingga biaya transportasi menggunakan mobil pribadi semakin mahal. Orang kalau semakin mahal males kan mending angkutan umum," kata Bambang.

ERP memang menjadi salah satu solusi jangka panjang BPTJ atasi kemacetan di ibu kota. Rencana jangka panjang lain yang tengah digarap BPTJ adalah membangun perumahan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD).

Perumahan ini nantinya akan dibangun di dekat simbol transportasi seperti terminal atau stasiun sehingga warga tidak kesulitan menjangkau angkutan umum.

"Selama ini kan orang menggunakan mobil pribadi karena perumahan tidak punya angkutan masalnya. Mereka (beriklan) jualannya juga 'perumahan kita 5 kilometer dari jalan tol, 5 menit dari jalan tol' sehingga orang menggunakan mobil pribadi," ucap Bambang.

Untuk itu, pihaknya akan segera membangun perumahan konsep TOD dengan menggandeng pihak swasta. Ada 47 titik potensial di Jabodetabek yang akan dibangun perumahan TOD.

Reporter: Anendya Niervana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi