Sopir angkot mikrolet 08 desak Anies-Sandi segera buka Jl Jatibaru Tanah Abang

"Yang nomor satu jalan dibuka, pasar dibuka, semuanya ada proses, karena kan dibuka ada proses ditutup juga ada proses. Sambil proses itu kita minta solusi. Tapi kita kasih jaminan, seumpanya gini, bulan depan ini dibuka," ucapnya yang sudah 8 tahun jadi sopir angkut.

Muhammad Genantan Saputra
Sopir angkot mikrolet 08 desak Anies-Sandi segera buka Jl Jatibaru Tanah Abang
Demo sopir angkot di Tanah Abang. ©2018 Merdeka.com/Genan

Sopir angkutan umum M08 jurusan Tanah Abang - Kota kembali beroperasi pascademo kemarin (29/1) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Angkot milik mereka tampak diparkirkan berjejer di samping Stasiun Tanah Abang menunggu penumpang keluar.

Salah satu sopir angkot M08 bernama Purnomo (40), mengatakan niatnya berdemo dilakukan sampai hari Rabu (30/1) besok. Namun, surat izin demo tak dikeluarkan oleh Kapolda.

"Sebenarnya kan ini tiga hari tapi karena suratnya engak terbit jadi ya kita ngikutin aturanlah, kita hidup di Indonesia, di negara hukum ya kita ngikutin aturanlah. Kita sudah ngomong sama kepolisian untuk surat demo harus diperpanjang supaya demonya legal, dan kita demonya enggak ke mana-mana titik cuma di sini," kata Purnomo kepada merdeka.com, di Jl Jatibaru Raya, kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/1).

"Rencananya kan tiga hari sampe besok. Karena kenapa? juru bicara dari Pak Anies kan sampekan ke Pak Andri, keputusan hari Rabu, Makanya kita tunggu. Cuma surat izin enggak keluar, makanya jangan lagi, karena apa? Kita demonya ilegal. Enggak ada surat izin dari Kapolda, izin yang lain untuk demo itu tidak ada. Kemarin izin resmi," tambahnya.

Purnomo mengatakan, mayoritas sopir M08 ingin askes Jalan Jatibaru Raya yang diduduki PKL kembali dibuka. Dia juga meminta Pemprov DKI mendengar keluhannya dan memberikan kepastian.

"Yang nomor satu jalan dibuka, pasar dibuka, semuanya ada proses, karena kan dibuka ada proses ditutup juga ada proses. Sambil proses itu kita minta solusi. Tapi kita kasih jaminan, seumpanya gini, bulan depan ini dibuka," ucapnya yang sudah 8 tahun jadi sopir angkut.

Dia bersama sopir lainnya juga telah mengadu kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andriansyah. Mereka menjelaskan, harusnya pihak terkait juga memperhatikan dampak akibat penutupan jalan tersebut.

"Dari Kadishub juga sangat welcome sangat baik, dan kita sudah didengarkan keluhan, itu Pak Andriandsyah sudah mendengarkan keluhan kita. Ada yang minta pasar (PKL) dibuka, sebenarnya pertama kalo mau enggak ada imbasnya, jalan itu jangan ditutup," katanya sambil mengisap rokok kretek.

"Yang penting gini doang, jangan menghujat, jangan menyalahkan siapapun, yang penting tujuan kita tercapai," tutupnya.

Sejak pukul 09.00 WIB tadi, petugas Dishub, Satpol PP, dan Polisi Lalu Lintas sudah terlihat di lokasi mengatur lalin dan mengantisipasi para sopir yang dikhawatirkan kembali berdemo. Diketahui, penutupan jalan depan Stasiun Tanah Abang berlaku setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB sejak penataan dilakukan pada Jumat, 22 Desember 2017 oleh Pemprov DKI.

Rekomendasi