Ide Sandi atasi banjir Jakarta, mengolah hujan jadi air bersih

Pihak secara perlahan mulai melakukan persiapan seperti menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun untuk pengadaan air minum dan pengelolaan air limbah ini. Dia berdalih, banjir yang melanda wilayahnya hari ini akibat anomali cuaca

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Ide Sandi atasi banjir Jakarta, mengolah hujan jadi air bersih
banjir di kuningan. ©2017 twitter.com/TMCPoldaMetro

Persoalan banjir masih menjadi pekerjaan rumah terbesar Pemprov DKI Jakarta yang belum bisa tertangani hingga saat ini. Seperti hari ini, hujan deras sejak pukul 12.30 Wib menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Mengatasi persoalan tersebut, Pemprov DKI Jakarta ingin menampung air hujan dan mengolahnya menjadi air bersih. Keinginan itu juga sebagai salah satu upaya mengantisipasi bencana banjir di tahun-tahun yang akan datang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga S Uno, mengatakan jika sistem pengelolaan air hujan baik maka air hujan justru akan menjadi berkah dan banjir bisa diatasi. Jika air hujan ditampung maka dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta.

"Kalau air hujan kita tampung, kebutuhan air Jakarta 10 tahun ke depan bisa tertangani. Tapi kita enggak punya sistem ini," katanya di Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/12) sore.

Karena itulah, pihaknya secara perlahan mulai melakukan persiapan seperti menyiapkan anggaran sebesar Rp 50 triliun sampai Rp 100 triliun untuk pengadaan air minum dan pengelolaan air limbah ini.

Dia berdalih, banjir yang melanda wilayahnya hari ini akibat anomali cuaca. Sejak hujan turun, Sandi mengaku terus memantau melalui aplikasi Jakarta Smart City.

"Saya sudah punya pemantau banjir," kata dia.

Berdasarkan pantauannya, beberapa wilayah yang terjadi genangan yaitu RW 02 Guntur dengan tinggi 15 sentimeter, RW 05 Setiabudi Kuningan setinggi 15 cm, Sunter Agung setinggi 5 sentimeter dan beberapa titik lainnya.

"Pintu air saya bisa lihat. Pintu air di sini Istiqlal aman, hijau. Kali Duri masih hijau dan lain sebagainya. Teman-teman bisa melihat pos pengamatan Bendung Katulampa masih 60 sentimeter dan masih aman," jelasnya.

Rekomendasi