Kembali jadi Plt Gubernur DKI, Sumarsono minta disemprit kalau salah

Kembali jadi Plt Gubernur DKI, Sumarsono minta disemprit kalau salah. Sumarsono mempersilakan semua pihak menegurnya jika menyalahi aturan dan membuat kesalahan.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Kembali jadi Plt Gubernur DKI, Sumarsono minta disemprit kalau salah
Sertijab Plt Gubernur DKI Jakarta. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Sumarsono kembali ke Balai Kota DKI Jakarta. Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menugaskannya menjadi Plt Gubernur DKI selama calon petahana Pilgub DKI Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat cuti kampanye satu bulan ke depan.

Sumarsono sudah pernah menjadi Plt Gubernur DKI selama 3,5 bulan. Ahok sapaan Basuki sempat mengeluh karena kebijakan Sumarsono bertentangan dengannya.

"Beda pendapat boleh, saya sama pak Ahok bahwa bangunannya adalah rencana kerja yang sudah disusun Basuki Tjahaja Purnama dipegang," ujar Sumarsono usai penyampaian nota pengantar tugas di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (6/3).

Sumarsono mempersilakan semua pihak menegurnya jika menyalahi aturan dan membuat kesalahan."Kalau saya salah koridor silakan disemprit. Ke depan lebih baik," tegasnya.

Ahok menitipkan sembilan hal pada Sumarsono. Mulai rencana pembangunan RPTRA, keberlangsungan Jakarta Creative Hub, hingga makan mbah Priuk yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya dan destinasi wisata. Ahok hanya berpesan agar Sumarsono tidak tergesa-gesa membeli tanah yang diperuntukkan RPTRA.

"Saya khawatir kalau dia suka Plt, nanti beli tunggu saya balik baru mau beli," ucap Ahok di tempat sama.

Ahok juga berharap Sumarsono bisa menyelesaikan persoalan-persoalan antar dinas di lingkungan Pemprov DKI. "Kadang-kadang antar dinas punya masalah sendiri. Ini Dirjen otda semoga bisa diatasi," katanya.

Rekomendasi