Marah lihat sampah di sungai, Ahok perintahkan ajudan lapor ke lurah

Ahok menegaskan, bantaran sungai bukan menjadi tempat pembuangan sampah. Ini menunjukkan lurah Lubang Buaya tidak memantau kawasannya secara menyeluruh.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Marah lihat sampah di sungai, Ahok perintahkan ajudan lapor ke lurah
Ahok marah lihat sampah di Kali Sunter. ©2017 Merdeka.com

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama sempat marah lantaran menemukan tumpukan sampah di pinggir Kali Sunter, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (3/2). Seharusnya lurah meninjau sehingga tidak terjadi penumpukan sampah.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menegaskan, bantaran sungai bukan menjadi tempat pembuangan sampah. Ini menunjukkan lurah Lubang Buaya tidak memantau kawasannya secara menyeluruh.

"Ini enggak bener. Foto ini. Lurahnya siapa ini? Laporin," katanya di lokasi sembari meminta ajudannya membuat laporan, Jumat (3/2).

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, pengelolaan sampah untuk kawasan tidak mampu memang sudah seharusnya dilakukan secara swakelola. Sebab warga tidak mampu melakukan urunan, sehingga kemungkinan tak bisa mempekerjakan orang untuk membersihkan lingkungan mereka.

"Kita kaji lalu diambil alih pengolahan sampah kawasan orang enggak mampu.‎ Biasanya kalau orang lingkungan kan ngumpulin (uang patungan) ke RT, kalau enggak mampu bayar orang UMP ya makanya enggak bisa ke handle, enggak ada yang kerja," jelasnya.

Ahok berjanji memperluas fungsi dan tanggung jawab Petugas Penanganan Sarana dan Prasana Umum (PPSU)‎. Sehingga kawasan orang-orang tidak mampu lingkungannya tetap dapat bersih.

"Syaratnya masyarakat bayar sumbangan ke kita, yang perekonomiannya di bawah sekian enggak perlu bayar, nanti kita subsidi," tutupnya.

Rekomendasi