Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membuka wacana Gerakan Berantas Tikus. Warga yang berhasil menangkap tikus akan dibayar Rp 20.000 per ekor yang ditangkap.Djarot mengatakan, dulu masyarakat sangat euforia dengan aplikasi Pokemon dalam seluler canggih mereka. Namun, kini aplikasi menangkap monster tersebut sudah mulai ditinggalkan oleh para pemainnya.Politisi PDI Perjuangan ini mengharapkan, dengan adanya gerakan ini masyarakat dapat aktif pada setiap kegiatan Pemprov DKI Jakarta."Dulu kan ke taman nyari Pokemon gitu ya, sudah habis, nyata ini. Pokemon ini sudah habis sekarang kan, udah enggak laku Pokemon ya, dulu cari Pokemon sampai ke mana-mana kan gitu kan ya, nah ini (tangkap tikus) nyata, bermanfaat, iya enggak?" katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (19/10).Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, tidak ada ketentuan baku bagi warga yang ingin menangkap tikus. Hanya saja, dia melarang menggunakan senjata api untuk menangkap hewan pengerat ini."Nanti nembak-nembak enggak kena tikusnya kena orang lain. Tidak boleh pakai senapan lain," terangnya.
Djarot soal berburu tikus: Dulu kan ke taman nyari Pokemon
Djarot soal berburu tikus: Dulu kan ke taman nyari Pokemon. Mantan Wali Kota Blitar ini mengungkapkan, tidak ada ketentuan baku bagi warga yang ingin menangkap tikus. Hanya saja, dia melarang menggunakan senjata api untuk menangkap hewan pengerat ini.
Advertisement
Rekomendasi