Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meresmikan Pasar Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Walaupun sudah diresmikan, Ahok mengaku tak puas dengan renovasi Pasar Pesanggrahan yang menelan biaya hingga Rp 6,8 miliar. Ahok kesal karena pasar yang memiliki 110 kios berukuran 2 meter x 2 meter itu masih belum sesuai dengan harapannya. "Ini kan masih cara yang lama tidak sesuai dengan harapan saya. Harapan saya pasar itu betul-betul modern tapi pedagangnya tidak kehabisan modal untuk sewa kios 20 tahun," kata Ahok saat resmikan Pasar Pesanggrahan di Jakarta Selatan, Jumat (26/8).Oleh karena itu Ahok mengaku akan meminta para pelaku pasar hypermart yang sudah berpengalaman untuk mewujudkan keinginannya itu. "Makanya kita akan menarik orang pelaku pasar hypermart yang sudah pengalaman," ucapnya.Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, ide pasar tematik bisa saja diterapkan di semua wilayah Jakarta. Namun yang terpenting bagi dia adalah cara untuk bisa menarik perhatian masyarakat agar mau datang dan berbelanja di pasar. "Kan bukan soal tematiknya tapi soal gimana caranya membuat orang supaya ngumpul, supaya menarik itu kita mau bangun di atasnya rusun. Kalau atasnya rusun bawahnya itu kita bakal buat pasar, nah konsepnya itu," jelas Ahok. "Jadi ke depannya rusun kamu itu terpadu harus ada rusun di atasnya," imbuhnya. Untuk diketahui, pagi ini Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Pasar Pesanggrahan di Jakarta Selatan. Pasar yang terletak di Jalan Garuda Kelurahan Pesanggrahan itu dibangun di atas tanah seluas 2.360 meter persegi dan luas bangunan 553.60 meter persegi. Di dalam pasar tersebut setidaknya ada 110 tempat usaha dan 48 los tempat usaha.
Ahok kesal renovasi pasar habiskan duit Rp 6,8 M hasilnya tak sesuai
"Harapan saya pasar itu betul-betul modern tapi pedagangnya tidak kehabisan modal untuk sewa kios 20 tahun," ujarnya
Advertisement
Rekomendasi