Ahok sebut ada BPJS palsu karena budaya nyogok di masyarakat

Ahok telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk membangun sistem pendekteksi keaslian BPJS Kesehatan.

Fikri Faqih
Oleh Fikri Faqih - Reporter
Ahok sebut ada BPJS palsu karena budaya nyogok di masyarakat
Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Kasus pemalsuan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata juga terjadi di Jakarta. Puskesmas Koja yang pertama menemukan adanya kartu palsu tersebut.Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, adanya pemalsuan BPJS karena budaya menyogok masyarakat untuk urusan birokrasi. Dia menduga, warga menganggap perlu Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk mendapatkan kartu tersebut."Masyarakat saja yang kebiasaan ditipu, kebiasaan nyogok lewat oknum. Dulu SKTM itu kan mesti nyogok. Di situlah calo nawarin kartu Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah) dijual," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/8).Basuki atau akrab disapa Ahok pun bingung dengan adanya pemalsuan kartu BPJS Kesehatan ini. Sebab layanan kesehatan di Jakarta sudah diberikan gratis."Jadi untuk apa nyogok? Sekarang kan enggak perlu. Nah ini sebagian orang kan enggak ngerti. Ngapain loe bayar buat dapat BPJS," tegasnya.Basuki atau akrab disapa Ahok telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk membangun sistem pendekteksi keaslian BPJS Kesehatan. Sistem itu dibangun di tiap puskesmas dan RSUD di ibukota."Gampang karena semua pakai tap. Kamu kalau pakai yang palsu ditempelin langsung tolak, begitu tolak ya ketauan palsu. Terus dicek dapat dari siapa, ya tinggal pidana," tutupnya.

Rekomendasi