Ahok merasa dihantam penumpang politik karena beri izin reklamasi

Ahok pun tidak ingin berdebat terkait izin reklamasi yang sudah diberikannya kepada Agung Podomoro Land.

Al Amin
Oleh Al Amin- Reporter
Ahok merasa dihantam penumpang politik karena beri izin reklamasi
Ahok. ©2013 Merdeka.com

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja mengaku ada sejumlah pihak yang menggunakan momen penetapan tersangka Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja oleh KPK sebagai cara untuk menghantam dirinya di jalur politik. Agung Podomoro Land melalui anak perusahaannya PT Muara Wisesa Samudera diberi izin melakukan reklamasi dan membangun pulau G oleh Ahok."Ini banyak penumpang politik. Orang hantam saya. Saya ngomong apa saja percuma," kata Ahok di Balai Kota, Senin (4/4).

Ahok pun tidak ingin berdebat terkait izin reklamasi yang sudah diberikannya kepada Agung Podomoro Land. Segala hal teknis terkait reklamasi, lanjutnya, bisa ditanyakan ke Biro Hukum, Sekda, Bappeda."Kalau soal teknis kita berdebat ini izin, ini apa, Tanya sama teknis. Saya jawab percuma, opini," ujarnya.Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka atas kasus suap terkait pembahasan raperda zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (RZWP3K) dan raperda tata ruang strategis Jakarta Utara. Ketua KPK Agus Rahardjo menyebutkan, salah satu tersangka dalam kasus ini adalah anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra M Sanusi.Dua tersangka lainnya adalah Ariesman Widjaja selaku Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land dan TPT selaku karyawan PT Agung Podomoro Land. "Tiga orang tersangka. Dalam kasus ini terlihat pengusaha mencoba mempengaruhi pemerintah daerah dalam mengambil keputusan sehingga menghiraukan kepentingan umum yang lebih besar yakni lingkungan," ujar Agus Rahardjo di gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/4).

Rekomendasi