Setiap tahunnya, warga DKI yang pulang ke Jakarta tak jarang membawa sanak saudara untuk bekerja di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menegaskan, tidak ada larangan bagi siapa pun warga daerah yang ingin datang ke Jakarta."Kita sepakat ibu kota merupakan tempat yang terbuka. Tidak ada pelarangan bagi orang daerah untuk datang ke ibu kota," ujar Ahok di lapangan IRTI Monas, Jakarta, Rabu (8/7).Ahok mengatakan, tradisi itu tidak bisa dihilangkan, karena kedatangan warga dari berbagai daerah untuk mengadu nasib di Jakarta, memang sudah membudaya sejak lama.Namun, Ahok berharap siapapun yang ingin memperbaiki nasib dengan pergi ke Jakarta, harus lah memiliki keahlian dan kemampuan bekerja, sekalipun misalnya hanya menjadi pembantu rumah tangga.Bahkan, Ahok berjanji akan memberikan sedikit keistimewaan bagi para warga daerah yang sudah berencana membuka usaha di Jakarta, dengan memberikan KTP Jakarta bagi mereka yang benar-benar datang ke ibu kota sekadar untuk membuka usaha dan memperbaiki nasib."Pembantu rumah tangga boleh enggak, boleh! Kita kekurangan pembantu kok. Jadi seperti turis saja," ujar Ahok."Kalau ada yang datang ke Jakarta bisa beli apartemen, rumah, buka usaha, saya perintahkan kasih KTP Jakarta untuk dia. Karena NPWP-nya 20 persen dari penghasilan mereka, kan harus pindah ke Jakarta," pungkasnya.Diketahui, dalam apel siaga ini, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga Dinas Sosial pun turut hadir, untuk ikut berpartisipasi sesuai peran dan tugasnya, dalam mempersiapkan arus mudik lebaran 2015.
Arus balik PRT hijrah Jakarta, Ahok bilang 'boleh, kita kekurangan
Ahok berjanji akan memberikan KTP bagi warga pendatang yang punya usaha dan menyumbang pajak untuk DKI.