Puskaptis: Incumbent masih unggul di Pilgub DKI

Pasangan incumbent masih unggul dari pesaingnya, Foke-Nara dengan 47,22 persen dari 1.250 responden seluruh DKI

Pramirvan Datu Aprillatu
Puskaptis: Incumbent masih unggul di Pilgub DKI
Fauzi Bowo. merdeka.com/dok

Pilgub DKI Jakarta sebentar lagi, berbagai lembaga survei  mulai melakukan penelitian penghitungan suara pemilih. Terakhir, Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) pun melakukan survei elektibilitas suara calon pemilih Pilgub DKI.Dari hasil survei yang dilakukan sejak 2 April hingga 7 April 2012, pasangan bakal calon incumbent Fauzi Bowo (Foke) - Nachrowi Ramli (Nara) berada di posisi teratas dengan perolehan 47,22 persen.Diposisi kedua pasangan Joko Widodo (Jokowi) - Basuki T Purnama (Ahok) dengan perolehan 15,16 persen. Disusul pasangan Hidayat Nur Wahid (HNW)-Didik Rachbini di posisi tiga dengan 10,28 persen.Sedangkan posisi keempat adalah pasangan independen Faisal Basri - Biem Benjamin dengan 3,17 persen. Posisi kelima ditempati pasangan Alex Noerdin - Nono Sampono dengan 2,3 persen.Posisi terakhir ditempati pasangan calon independen Hendardji Supandji - A. Riza Patria dengan 1,55 persen. Disamping itu, terdapat 20,32 persen yang mengaku tidak tahu atau tidak menjawab.Direktur Puskaptis, Husni Yasid pada jumpa pers hasil survei persepsi dan perilaku publik terhadap pelaksanaan Pilkada Gubernur DKI Jakarta 2012 di Restoran Sate Senayan, Jalan Raya Kebon Sirih, Jakarta Pusat.Husni mengatakan, penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dimana jumlah sampel sebanyak 1.250 responden, dengan sampling error kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Multistage Random Sampling selama periode 2 sampai 7 April 2012."Responden yang terpilih diwawancara lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Setiap pewawancara bertugas untuk satu kelurahan yang hanya terdiri dari 10 responden," ujar Husin, Minggu (15/4).Dia menambahkan, survei dilakukan kepada seluruh warga DKI Jakarta yang memiliki hak pilih dalam Pilkada Provinsi DKI Jakarta tahun 2012. Yakni warga yang telah berusia 16 tahun atau sudah menikah ketika survei dilakukan, diambil secara proporsional pada tingkat Walikota dan Kecamatan.Lebih lanjut ia menuturkan, quality control terhadap hasil survei dilakukan secara acak sebesar 20 persen, dari total sampel oleh supervisor melalui spotcheck dilapangan.

Rekomendasi