Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) memperkirakan pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran. Jika terjadi dua putaran, calon incumbent akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat Nur Wahid-Didik Rachbini."Melihat tren elektabilitas ini potensi satu putaran dan dua putaran ada. Jika terjadi dua putaran akan jadi persaingan sengit," ujar Direktur Puskaptis, Husin Yasin dalam jumpa pers di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu, (15/4/2012).Dalam survei yang dirilis Puskaptis, tingkat elektabilitas pasangan calon incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli masih teratas dengan persentase sebesar 47,22%. Tetapi, dengan sisa waktu selama dua bulan menjelang pelaksanaan Pemilukada, masing-masing calon lainnya masih memiliki kesempatan meraih simpati masyarakat untuk mengungguli calon incumbent."Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent, maka bisa terjadi putaran kedua. Antara Foke melawan Jokowi, atau Foke melawan Hidayat," kata dia.Puskaptis merilis survei tren elektabilitas sebelum dan sesudah pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Pasangan calon incumbent Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam survei terhadap 1.250 responden ini dinyatakan memiliki elektabilitas tertinggi setelah pasangan Jokowi dan Ahok.Sementara itu, tingkat elektabilitas pasangan independen Faisal-Biem berada di bawah Jokowi-Ahok dan HNW-Didik, yakni sebesar 3,17%. Selanjutnya diikuti pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono dan Hendardji Supandji-Riza Patria, masing-masing sebesar 2,31% dan 1,55%."Jika saja calon-calon lain melakukan strategi kuat dan mengambil simpati masyarakat dan mengalahkan incumbent, maka bisa terjadi putaran kedua. Antara Foke melawan Jokowi, atau Foke melawan Hidayat," kata dia.
Puskaptis: Pilgub DKI berpotensi dua putaran
Jika terjadi dua putaran, calon incumbent akan berhadapan dengan pasangan Jokowi-Ahok atau Hidayat-Didik.
Advertisement
Rekomendasi