Open Mic Merdeka Vol I: Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Guyon Posisi Strategis Istri Pejabat

Novita menceritakan posisi strategis istri pejabat saat tampil dalam Open Mic Merdeka Vol I.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Open Mic Merdeka Vol I: Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Guyon Posisi Strategis Istri Pejabat
Open Mic Merdeka Vol I: Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini Guyon Posisi Strategis Istri Pejabat (Merdeka.com)

Istri Bupati Trenggalek Novita Hardini tak pernah bercita-cita menjadi pendamping seorang kepala daerah. Dia menceritakan posisi strategis istri pejabat saat tampil dalam Open Mic Merdeka Vol I yang digelar di auditorium SCTV Tower.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Saya takut karena saya cemburuan, posesif, terus suaminya jadi pejabat dan kita harus rela berbagi dengan banyak orang bahwa suami saya bukan milik saya seorang,” imbuhnya diikuti tawa penonton.

Novita melanjutkan materi stand up nya dengan menceritakan suka duka menjadi istri seorang pejabat. Sebagai Istri seorang bupati, Novita khawatir suaminya bakal banyak yang menggoda.

“Posisi saya strategis sebagai istri Bupati. Strategis bagi siapa? Bagi mereka yang bercita-cita menjadi simpanan para pejabat," kata Novita, yang membuat penonton terbahak-bahak.

“Saya sendiri ngga setuju perempuan. Kita sebagai perempuan jangan mau jadi simpanan pejabat. Kita bisa mencapai cita-cita kita, syaratnya satu jangan terbuai bualan buaya darat,” ucap Novita disambut tawa.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sebelum menjadi Bupati, suaminya terlebih dulu menjadi wakil bupati. Saat pelantikan menjadi wakil bupati, ada kisah lucu ketika Novita menerima surat dari suaminya yang menyampaikan tidak akan mengambil gaji sebagai kepala daerah.

“Lha terus susu anakku piye? Make up ku piye? Listrik piye?” ujar Novita disambut tawa penonton.

“Lha terus susu anakku piye? Make up ku piye? Listrik piye?” ujar Novita disambut tawa penonton.<br>
Dok. Istimewa

Ada kisah lucu juga yang diceritakan Novita. Kisahnya terlahir sebagai perempuan berparas cantik. Novita menuturkan, terlahir menjadi perempuan cantik tidak selalu menyenangkan. Pengalamannya saat SD, dirinya selalu belajar untuk mendapatkan nilai seratus. 

Namun, setiap Novita mendapatkan nilai seratus, orang selalu menganggap hasil itu karena faktor kecantikan.

“Karena kata orang saya cantik, setiap saya mendapatkan nilai seratus, selalu saya dapat diskriminasi bahwa hal tersebut wajar karena gurunya naksir sama kamu, karna kamu ngerayu guru,” kata Novita. 

Setelah menjabat sebagai ketua tim penggerak PKK, setiap hari ada orang yang curhat kepadanya tentang masalah sosial dalam hidupnya, sehingga didirikan posko rumah curhat agar semua jajaran gotong royong mendengarkan curhatan Masyarakat. 

Berawal dari curhatan tersebut, ternyata ujung dari permasalahan yang terjadi adalah karena perempuan yang ada di kabupaten Trenggalek tidak mendapat akses pendidikan. Sehingga 2019 Novita mendirikan pendidikan untuk perempuan yang diberi nama sepeda keren (sekolah perempuan anak disabilitas dan kelompok rentan). 

Sepeda keren ini merupakan akses untuk perempuan mendapatkan pendidikan dengan kurikulum yang diajarkan mulai dari kepemimpinan perempuan hingga kewirausahaan, yang dilaksanakan di setiap desa. 

Perjuangannya untuk membuat memberdayakan perempuan masih panjang. Dirinya harus bicara dengan bapak-bapak terkait isu tentang perempuan. Novita sngat fokus mengenai masalah pemberdayaan perempuan. Sebagai perempuan Novita tidak menampik masih suburnya budaya patriarki.

Bagi Novita Hardini, menghadiri undangan Open Mic, merupakan undangan paling horor yang didapatkan selama menjabat sebagai istri bupati. 

“Kesan pertama menjadi salah satu undangan paling horror karena untuk pertama kali diundang untuk stand up comedy,” kesannya.

“Kesan pertama menjadi salah satu undangan paling horror karena untuk pertama kali diundang untuk stand up comedy,” kesannya.<br>
Dok. Istimewa

Dia menceritakan, satu minggu sebelumnya, dia mencari materi terkait kehidupannya yang lucu, tetapi tidak ditemukan kisah lucu dari hidupnya. Akhirnya dia memutuskan materi yang terbesit di pikirannya.

“Satu minggu yang lalu saya sudah persiapan dengan mencari tahu apa bagian dari hidup saya yang lucu,” lanjut Novita. 


Novita mendukung program yang diadakan oleh Merdeka.com yang bertema Bukan Pendamping Biasa. Menurutnya, ini gebrakan yang luar biasa untuk mengajak para pendamping suami pejabat public mengasah keterampilan berbicara didepan umum dan kreatifitas.

"Saya sebagai anak muda sangat mendukung program stand up comedy bukan pendamping biasa yang diadakan oleh merdeka,” kata Novita.

Penulis: Elisa Anggraeni 

"Saya sebagai anak muda sangat mendukung program stand up comedy bukan pendamping biasa yang diadakan oleh merdeka,” kata Novita.<br><br>Penulis: Elisa Anggraeni&nbsp;<br>
Dok. Istimewa
Rekomendasi