Tubuh lemas tergeletak di lantai. Wajah dan sekujur tubuh penuh luka. Sepintas terlihat hanya tulang yang terbungkus kulit manusia, saking kurusnya. Kurang gizi hingga tulang jadi menonjol kulit.
Setelah dicek, rupanya sosok tersebut adalah seorang anak perempuan yang belakangan diketahui berusia 7 tahun. Kehadirannya mengejutkan hampir seluruh pedagang Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/6) pagi.
Usut punya usut, sosok itu berinisial MK. Penelurusan merdeka.com, lokasi ditemukannya MK tepat di dekat kios Asep Bordir pasar Kebayoran Lama.
Hawa panas pengap bercampur hiruk pikuk mesin jahit mewarnai suasana di lokasi penemuan bocah malang. Di lorong yang hanya seluas kurang lebih satu meter, korban tergeletak lemas di dekat kios tersebut beralaskan kardus.
Kegiatan jual beli jasa dan barang berjalan dengan normal seraya menghiraukan kejadian penemuan MK kala Rabu pagi itu. Hal itu juga berlaku di sepanjang kios sepanjang kurang lebih 20 meter hingga keluar kawasan pasar.
Advertisement
Kasus Ditangani Bareskrim Polri
Kasus tersebut saat ini tengah ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.
Direktur PPA-PPO Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Nurul Azizah mengatakan pihaknya saat ini masih menyelidiki ayah dari MK sekaligus pelaku yang membuat anaknya babak belur.
"Masih kita telusuri," singkat Nurul saat dikonfirmasi, Minggu (15/6).
Kanit PPPA Polres Metro Jakarta Selatan, Citra Ayu Civilia sebelumnya menerangkan pasca korban ditemukan, Satpol PP langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kebayoran Lama. Menurut informasi yang diterima, anak tersebut ini baru tiba di Jakarta.
"Jadi yang bersangkutan menyampaikan bahwa dia dan ayahnya ini dari pasar Turi, hari Senin naik kereta sampai kurang lebih kemarin," kata dia dalam keterangannya, Rabu sore.
Citra menerangkan, si anak sama sekali tak tahu-menahu soal Jakarta. Sementara si ayah sendiri menghilang saat M sedang terlelap tidur. Singkatnya, korban kemudian ditemukan oleh sekuriti setempat dengan kondisi memperihantikan.
"Dia sudah tergeletak dalam keadaan lemah. Jadi memang anak ini sepertinya kekurangan gizi karena tubuhnya yang sangat kecil," ucap dia.
Dari hasil pemeriksaan awal si anak terdapat sejumlah luka yang mengarah pada kekerasan.
"Kemudian adanya luka lebam dimuka, ada luka bakar juga kemudian ada luka dibagian lengan yang membuat tulangnya itu menonjol keluar dari dagingnya," ujar dia.
Setelahnya korban dirujuk ke RS Polri Kramatjati guna mendapatkan perawatan lebih insentif, sebanyak enam dokter menangani MK. Hasil pemeriksaan sementara, dokter menyatakan korban mengalami luka medis yang serius hingga masalah gizi.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan beberapa kondisi medis serius, antara lain patah tulang pada lengan kanan, dugaan infeksi tulang, gizi buruk, anemia berat dan bekas luka bakar di area wajah," ucap Wakil Kepala RS Polri Kramat Jati, Kombes dr. Erwin Zainul Hakim kepada wartawan, Minggu (15/6).
RS Polri menerima MK usai dirujuk dari RSUD Kebayoran Lama pada Kamis (12/6) kemarin dan langsung dilarikan ke ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Erwin menegaskan pihanya akan menangani korban hingga maksimal.
"Upaya maksimal yang kita bisa berikan adalah sekarang dari perawatan intensif di PICU, dan kami dari Rumah Sakit Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri atas arahan pimpinan telah menyiapkan hampir 6 dokter secara berkolaborasi, untuk perawatan ini bisa maksimal," ucap Erwin.