Kondisi Terkini Bocah Perempuan Disiksa Orangtua hingga Ditemukan Mengenaskan di Pasar Kebayoran Lama
MK (7), anak perempuan sebelumnya ditemukan dengan kondisi mengenaskan di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
MK (7), anak perempuan ditemukan dengan kondisi mengenaskan di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Korban saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati.
Korban baru saja menjalani operasi besar pada rahang karena kondisinya kurang baik. Korban sebelumnya juga telah menjalani operasi pada bagian tangan. Saat ini, bocah perempuan itu masih dalam observasi tim medis, termasuk pengecekan organ vital seperti jantung.
"Kemarin pagi jam 8 atau setengah 8 gitu. Tadi pagi staf ku laporan pasca menjalani operasi kondisi dalam keadaan sehat, pokoknya intinya kita sehat lah, stabil lah ya. Jam 8.45, dioperasinya kemarin. Masih dicek semuanya," kata Direktur Tindak Pidana Pelindungan Perempuan, Anak dan Perdagangan Orang (Dir Tipid PPA-PPO) Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah dalam keterangannya, Jumat (20/6).
Kondisi Korban
Menurut Nurul, korban masih di ruang perawatan intensif dan belum memungkinkan dimintai keterangan lebih banyak.
"Jadi gimana caranya bisa menginterogasi, mencari keterangan dari dia kondisi aja masih begitu. Sementara satu-satunya sumber informasi kan saat ini dia," ujar Nurul.
Meski belum dapat bicara banyak, MK sejak hari pertama ditemukan sempat bisa diajak bercanda dan tertawa. Tapi untuk memberikan keterangan lebih jauh, termasuk soal identitas, MK belum bisa. Bahkan nama Marwah yang disebut-sebut sebagai identitas korban pun belum bisa dipastikan.
"Kita kan belum yakin juga namanya Marwah. Karena belum ada dokumen pendukung gitu loh ya kan. Itu sampe, Marwah ini aku, ini aku adikmu, aku siapa sih gitu, sampai dia ketawa mbak. Tapi dia belum memberikan statement apa-apa gitu. Dia harus, kayaknya harus dapet trust dulu," ucap dia.
Polisi Telusuri Orangtua Korban
Dia menegaskan, Polri telah berkoordinasi dengan Dukcapil, Dinas Sosial, Kementerian PPPA, hingga KPAI untuk mencari tahu asal-usul dan keluarga kandungnya.
"Kita sudah cari orang-orang sekelilingnya tapi belum ada titik terang, masih terus ditelusuri. Pasti penegakan hukum tetap kita tegakan," ucap dia.
Selain itu, Nurul memastikan, penanganan kasus ini tak hanya fokus pada hukum, tetapi juga pemulihan menyeluruh korban. Tim psikolog, pekerja sosial, dan aparat pendamping bergantian menjaga MK di rumah sakit.
"Kita bergantian pendampingan. Intinya kalau saya bisa menyampaikan dari PPA, PPO pasti udah nempel lah," tandas dia.