Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo membenarkan, telah memeriksa dua pengemudi kendaraan motor dan mobil terlibat cekcok mulut di wilayah hukumnya. Menurut Ady, kedua pihak sudah diklarifikasi dan tidak ada unsur pidana.
"Tidak ada permasalahan lanjut dari kedua belah pihak karena pengendara sepeda motor merasa kaget diklakson ya sehingga dia kaget dan terjadi cekcok sedikit," jelas Ady dalam keterangannya terhadap media, Kamis (19/8).
Terkait perkataan yang diduga menyebut anggota Polda Metro Jaya oleh pengemudi motor, ditegaskan Ady bahwa hal itu tidak ada.
"Pemeriksaan kita kepada mereka tidak ada menyebut anggota Polda tidak ada menyebut sama sekali. Karena kita sudah langsung yang pengendara motor sudah kita ketemu. Keduanya warga sipil biasa, tidak ada anggota," tegas Ady.
Sebelumnya diberitakan, sebuah video viral beredar dari akun@dashcam_owners_indonesia di Instagram. Diketahui, dalam unggahan tersebut, terjadi cekcok mulut antara pengguna motor dan mobil Jakarta Barat.
Menurut informasi dari akun tersebut, lokasi kejadian ada di depan Latumenten Jelambar, Selasa 17 agustus, jam 01.40 WIB. Adu mulut di antara keduanya menyebut kata metro yang diduga merujuk Polda Metro Jaya.
Terkait kronologi, akun terkait merinci bahwa kecepatan mobil dalam rentang 50/60 km/jam di jalanan yang kosong di jalur tengah. Namun tiba-tiba keluar beberapa motor dari komplek Latumenten dan langsung pindah 2 jalur.
"Wajar kalau diklakson," klaim dari pengemudi mobil tersebut seperti dikutip dari akun dashcam_owners_indonesia.
Klakson tersebut ternyata menyulut emosi pengendara motor yang terlihat tidak pakai helm dan lampu belakang berwarna kelip biru.
"Dia langsung beringas mukul mobil dan teriak dan ngaku anggota (Polda) Metro," tandas informasi akun terkait.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com