36 Ribu personel jaga objek vital di DKI, Anies minta warga tak panik

Minggu, 13 Mei 2018 14:37 Reporter : Merdeka
36 Ribu personel jaga objek vital di DKI, Anies minta warga tak panik Anies Baswedan. ©Liputan6.com/Delvira Hutabarat

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melaporkan DKI Jakarta dalam kategori siaga satu. Usai berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya sebanyak 36 ribu personel gabungan pun disiagakan menjaga sejumlah obyek vital.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda dan Pangdam Jaya. Jakarta dalam kondisi siaga Kapolda sudah menetapkan siaga satu sejak beberapa hari lalu, dan sudah diturunkan lebih dari 36 ribu kekuatan yang menjaga objek vital di lingkungan Ibu kota," papar Anies di acara syukuran milad 20 tahun PKS, di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Minggu (13/5).

Anies mengatakan, TNI dan Polri menjaga semua objek vital di Jakarta. Belum lagi, pasukan cadangan yang masih disiagakan di Mabes Polri. Menurut dia, saat ini Jakarta dalam posisi terjaga. Termasuk, rumah ibadah di Jakarta

"Jadi Insya Allah kita siaga begitu juga dengan aparatur Pemprov," terang dia.

Oleh sebab itu, Anies mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Jakarta untuk tenang.

"Tidak usah khawatir dan insya Allah kondisi Jakarta aman dan aparat semua bekerja dengan siaga dan sampai dengan ke depan insya Allah tetap dalam kontrol," terang dia.

"Kita kukuhkan sikap untuk tidak gentar , tidak sedikit pun menunjukkan perasaan takut dan justu kita tunjukkan sikap berani, sikap tenang menghadapi ini semua," dia menambahkan.

Ledakan bom terjadi di tiga Gereja di Surabaya, Jawa Timur. Sepuluh orang tewas. Sementara, korban luka-luka yang dirawat di rumah sakit kini berjumlah 41 orang.

Para korban mendapat perawatan di dua rumah sakit, yakni RS Bhayangkara dan RS Dokter Sutomo. Beberapa anggota Polri juga menjadi korban ledakan bom gereja.

Anies mengutuk keras kejadian itu. Menurut dia, terorisme adalah tindakan pengecut dan tidak ada satupun agama yang mengajarkan tindakan seperti itu.

"Di agama mana pun tidak diajarkan dan tidak ada imbalan surga bagi teroris," dia menambahkan.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini