Beda dengan Cirebon, Icip Lezatnya Nasi Lengko Indramayu yang Pakai Toping Fermentasi Tempe

Nasi lengko ini beda, karena topingnya tempe, telur rebus dan dage atau fermentasi tempe

Nurul Diva Kautsar
Oleh Nurul Diva Kautsar - Reporter
Beda dengan Cirebon, Icip Lezatnya Nasi Lengko Indramayu yang Pakai Toping Fermentasi Tempe
Beda dengan Cirebon, Icip Lezatnya Nasi Lengko Indramayu yang Pakai Toping Fermentasi Tempe (Merdeka.com)

Kabupaten Indramayu rupanya memiliki kuliner khas yang serupa dengan Cirebon, yakni nasi lengko.

Kuliner ini memiliki isian antara lain nasi putih hangat, tauge segar, tempe dan tahu goreng, irisan daun kucai, toping bumbu kacang kental dan taburan bawang goreng.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Namun, ada perbedaan antara nasi lengko khas Cirebon dan Indramayu pada bagian topingnya. Di sana, dalam satu porsinya terdapat tambahan lauk berupa fermentasi tempe.
Seperti apa kelezatan nasi lengko khas Indramayu? Yuk cicipi cita rasa otentiknya.

Gambar: Han Novianto

Nasi Lengko Indramayu Cocok untuk Menu Sarapan
Dok. Istimewa

Warga Indramayu tentu sepakat bahwa nasi lengko merupakan menu yang cocok untuk sarapan pagi.

Gambar: Dipi Rohmatuloh

Cita rasa gurih bercampur manis dari tempe dan tahu goreng, serta tambahan fermentasi tempe yang disiram bumbu kacang kental serta kecap lokal mampu menambah tenaga sebelum beraktivitas.

Salah satu tempat menyantap nasi lengko yang terkenal di Indramayu adalah Warung Ibu Tiri yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Lemah Abang, Kecamatan Indramayu. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Setiap jam makan, banyak pengunjung yang rela antre demi mendapatkan nasi lengko yang khas dari warung tersebut.

Topingnya Pakai Fermentasi Tempe dan Telur Rebus
Dok. Istimewa

Satu hal yang menjadi ciri khas di menu nasi lengko khas Indramayu adalah pada topingnya, yakni fermentasi tempe yang dinamakan dage dengan telur rebus.

Menurut akun Instagram @putri.bakti yang banyak mengulas kuliner setempat, perbedaan nasi lengko khas Indramayu yakni terletak pada isian fermentasi tempe alias dage tersebut.

“Jadi di sini dage dan tempenya termasuk toping, satu porsinya Rp15 ribu sudah termasuk telur rebus,” kata dia dikutip Merdeka.com

Dage sendiri merupakan hasil fermentasi dari tempe yang diberi tambahan bungkil atau ampas tapioka. Teksturnya lebih lembut dari tempe biasa, dan mirip tempe gembus yang ada di Jawa Tengah.

Secara tampilan, warna dage berbeda dari tempe yakni merah kekuningan dan pekat. Aromanya juga kuat, dengan rasa yang dominan gurih. Fermentasi dage menggunakan jamur yang berbeda dari tempe yakni, Neurospora sitophila atau kapang oncom.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Di Indramayu, nasi lengko wajib menggunakan dage yang digoreng tepung karena akan menambah kenikmatan dalam satu porsinya

Adapun nasi lengko di Cirebon dan Indramayu cukup berbeda dari toping pendamping. Di Cirebon biasanya nasi lengko disajikan dengan tambahan telur dadar maupun sate kambing muda seperti di wilayah Pagongan, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Sedangkan di Indramayu, nasi lengko khasnya seperti di warung Ibu Tiri, dengan toping dage dan telur rebus yang lezat. Namun secara isian, tetap sama, yakni nasi putih hangat, tauge segar, tempe tahu goreng yang dipotong dadu serta tambahan bumbu kacang yang kental dan mirip sambal.

Makin nikmat jika nasi lengko ditutup dengan teh tawar panas khas warung makan yang ada di Jawa Barat. Yuk cicipi kelezatannya jika mampir.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Nasi lengko khas Cirebon

Rekomendasi