Viral Video Bocah Afghan Menari Riang dengan Kaki Palsu, Buat Netizen Dunia Terharu

Kamis, 16 Mei 2019 04:00 Reporter : Tantri Setyorini
Viral Video Bocah Afghan Menari Riang dengan Kaki Palsu, Buat Netizen Dunia Terharu Ahmad Rahman menari dengan riang setelah mendapat kaki palsu. ©2019 Roya Musawi

Merdeka.com - Seminggu belakangan viral video tentang seorang bocah Afghanistan yang menari begitu riang dengan kaki palsu. Video tersebut pertama diunggah lewat Twitter dan kemudian menyentuh hati netizen di seluruh dunia.

Menurut lansiran Bored Panda, Ahmad Rahman baru berusia 8 bulan ketika kehilangan sebelah kakinya di tengah konflik antara militer Afghanistan dan Taliban. Bocah asal Provinsi Logar itu pun harus diamputasi dan menggunakan kaki palsu sepanjang hidupnya. Dia adalah satu dari 46.000 warga Afghanistan yang kehilangan anggota tubuhnya akibat tembakan peluru, bom, dan ranjau di tengah konflik sepanjang satu dekade lebih.

1 dari 3 halaman

Hobi Menari Meskipun Hanya dengan Sebelah Kaki

Ahmad belajar menari sejak mendapatkan kaki palsu pertamanya. Kesenian tersebut menjadi kesenangan kecil yang terus dia pelihara selama bertahun-tahun hidup di dalam kemelut konflik.

Tahun ini Ahmad berusia 5 tahun. Menurut lansiran ABC News, tanggal 4 Mei 2019 lalu dia mendapatkan kaki palsu dari klinik ortopedi International Committee of the Red Cross (ICRC). Ini adalah kaki palsunya yang keempat dan Ahmad merayakannya dengan tarian suka cita.

2 dari 3 halaman

Gembira Karena Kaki Palsu Pertama yang Terasa Nyaman

Fisioterapis klinik, Mulkara Rahimi merekam momen kegembiraan Ahmad yang mengharukan. Bocah tersebut tampak tersenyum lebar sambil bergerak-gerak melambaikan tangan sambil mengikuti alunan musik.

"Kami belum pernah menyaksikannya menari seperti itu atau tampak segembira itu," kata Rahimi yang sudah merawat Ahmad sejak usia 2 tahun. "Alasan di balik tarian dan senyumannya yang indah adalah fakta bahwa dia sudah menjalani perawatan ini 4 kali dan sebelumnya kaki palsu Ahmad selalu kependekan atau tidak nyaman dan melukai kakinya. Ini adalah yang keempat dan sangat nyaman, karena itulah dia menari."

3 dari 3 halaman

Tidak Diterima di Sekolah Karena Tidak Bisa Lari Saat Konflik

Roya Musawi, petugas humas ICRC Afghanistan mengunggah video tersebut lewat Twitter. Karena begitu menyentuh, video tersebut sudah ditonton jutaan kali dalam waktu beberapa hari saja.

Rahimi berharap Ahmad bisa bersekolah dengan kaki barunya ini. Selama ini dia dilarang pergi ke sekolah karena dianggap tidak bisa menyelematkan diri jika sewaktu-waktu terjadi konflik.

"Saya sendiri cacat dan meskipun seorang wanita dan cacat, saya bisa berada di sini sekarang," tutur Rahimi. "Saya melihat harapan dan hasrat yang sama di dalam diri Ahmad dan saya tahu suatu saat dia akan mencapainya dengan dukungan yang tepat."

Rahimi pun berharap Ahmad bisa menyelesaikan sekolah dan mendapatkan pekerjaan saat sudah dewasa nanti. [tsr]

Baca juga:
Aksi Anggota Polri Lepas Kaos Untuk Bocah Aremania Terpisah dari Orangtuanya
Penyelamatan Emak yang Terpeleset Masuk Sumur di Bandung
Menpora sambangi Soeharto, mantan atlet berprestasi yang jadi tukang pijat
Kisah tukang mi ayam berangkat haji setelah ayah menolak diberangkatkan
Kenangan pada sosok Haerudin, penakluk api yang semangatnya tak pernah padam

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini