Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengumumkan bahwa pembangunan fisik gedung Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di wilayahnya akan dimulai pada akhir tahun 2026. Proyek ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) lahan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Penandatanganan ini menjadi bagian penting dalam percepatan pelaksanaan program SNT di Kabupaten Donggala.
Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan emas bagi anak-anak Donggala untuk menikmati fasilitas pendidikan berstandar internasional secara cuma-cuma. Program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan lokal secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan dan Dukungan Lahan untuk SNT
Pemerintah Kabupaten Donggala telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare yang berlokasi di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, sebagai lokasi permanen pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Dari total lahan tersebut, 10 hektare di antaranya telah dihibahkan kepada Kemendikdasmen untuk segera memulai proses konstruksi.
Anggaran pembangunan SNT ini mencapai Rp300 miliar, yang sepenuhnya berasal dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pendanaan besar ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
Meskipun pembangunan fisik baru akan dimulai akhir 2026, kegiatan belajar mengajar untuk program Sekolah Nasional Terintegrasi di Kabupaten Donggala sudah mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2026/2027. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran memanfaatkan gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mahvali yang berada di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa.
Advertisement
Advertisement
Fasilitas dan Kurikulum Berstandar Internasional
Sekolah Nasional Terintegrasi di Donggala akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan dan olahraga modern. Fasilitas tersebut meliputi laboratorium canggih, perpustakaan yang representatif, lapangan olahraga multifungsi, serta sarana penunjang pembelajaran lainnya.
Vera Elena Laruni menjelaskan bahwa kurikulum yang akan diterapkan di SNT ini adalah kurikulum berstandar internasional. Kurikulum ini akan diperkuat dengan penguatan kemampuan bahasa asing, mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global.
Program SNT ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Donggala dalam menghadirkan sistem pendidikan yang relevan dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan zaman. Tujuannya adalah untuk mencetak generasi muda yang kompeten dan berdaya saing.
Advertisement
Advertisement
Harapan dan Manfaat SNT bagi Masyarakat Donggala
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, menegaskan bahwa SNT akan menjadi bagian dari percepatan pelaksanaan program peningkatan mutu pendidikan. Ia berharap sekolah ini dapat memberikan akses pendidikan berkualitas tinggi bagi seluruh anak-anak Donggala tanpa biaya.
Dengan adanya Sekolah Nasional Terintegrasi ini, masyarakat Donggala diharapkan dapat merasakan langsung manfaat dari layanan pendidikan berstandar internasional yang dapat diakses secara gratis. Hal ini akan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Program ini juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. SNT diharapkan menjadi pionir dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inovatif dan adaptif terhadap perkembangan global.
Advertisement
Sumber: AntaraNews