Throwback Style 20 Tahun Lalu! Ini 25 Gaya Paling Hits Tahun 2005 yang Tak Terlupakan

Nostalgia fashion tahun 2005! Simak 25 gaya busana paling ikonik yang pernah mendominasi dunia, dari jeans pinggang rendah hingga Ugg boots.

adinda nur shyavira
Oleh adinda nur shyavira - Reporter
Throwback Style 20 Tahun Lalu! Ini 25 Gaya Paling Hits Tahun 2005 yang Tak Terlupakan
Throwback Style 20 Tahun Lalu! Ini 25 Gaya Paling Hits Tahun 2005 yang Tak Terlupakan (Merdeka.com)

Tahun 2005 menyimpan warna tersendiri dalam dunia fesyen. Kala itu, selebritas seperti Paris Hilton, Rihanna, hingga Lindsay Lohan menjadi panutan dan inspirasi utama dalam berpakaian.

Namun sebagaimana yang sering terjadi dalam dunia mode, tren lama sering kali kembali, tak jarang dengan sentuhan baru yang membuatnya terasa segar dan relevan. Tidak heran jika generasi muda kini pun mulai melirik tren era tersebut, baik untuk alasan nostalgia maupun sebagai ekspresi diri yang lebih bebas.

Dilansir dari huffpost.com, berikut ini ulasan lengkap mengenai gaya-gaya paling menonjol dari tahun 2005, lengkap dengan referensi selebritas yang kala itu menjadi ikon fesyen.

Celana capri menjadi pilihan populer di tahun 2005 karena kenyamanan dan fleksibilitasnya. Panjangnya yang berada di antara celana panjang dan celana pendek menjadikannya cocok untuk berbagai suasana santai. Lauren Conrad, bintang reality show "Laguna Beach", sering terlihat mengenakannya, menjadikannya ikon tren ini.

Tren rok mini berbahan denim mendominasi gaya kasual anak muda kala itu. Potongan yang simpel tapi menggoda membuatnya mudah dipadukan dengan atasan apa saja. Kristin Cavallari adalah salah satu selebriti yang menjadikan rok ini ciri khas penampilannya.

Celana jeans dengan potongan pinggang rendah menjadi simbol fashion seksi tahun 2005. Biasanya dipadukan dengan crop top, celana ini banyak dikenakan oleh selebriti seperti Ciara, yang tampil percaya diri dengan siluet tubuhnya.

Tidak hanya jeans, celana olahraga atau sweatpants juga hadir dalam model pinggang rendah. Paris Hilton sangat sering terlihat mengenakan celana jenis ini, bahkan dalam kegiatan kasual sehari-harinya.

Sabuk lebar yang dikenakan rendah di pinggul bukan sekadar pengencang celana, tapi menjadi aksesori utama. Gabrielle Union sering terlihat tampil stylish dengan sabuk model ini.

Kaos dengan desain grafis atau tulisan unik merepresentasikan ekspresi diri para remaja dan dewasa muda. Lindsay Lohan kerap tampil dengan kaos seperti ini, menjadikannya simbol tren individualistik.

Penggunaan rompi tanpa dalaman sebagai atasan menciptakan gaya edgy dan berbeda. Rihanna berhasil menarik perhatian dengan tampil percaya diri menggunakan rompi sebagai statement fashion.

Topi model “ember” kembali naik daun berkat penyanyi dan selebriti seperti Mario. Fungsional sekaligus stylish, topi ini memberikan nuansa kasual dan santai dalam busana.

Topi trucker dengan bagian depan tinggi dan jaring di belakang menjadi simbol anak muda gaul era itu. Paris Hilton dan Ashton Kutcher dikenal sebagai pengguna fanatik topi ini.

Atasan pendek yang menampilkan bagian perut menjadi item wajib dalam lemari fesyen tahun 2005. Rihanna adalah salah satu selebriti yang dengan bangga memopulerkan gaya ini.

Jeans ketat yang menempel di kaki menjadi favorit karena menonjolkan siluet tubuh. Elle MacPherson tampil memukau dengan skinny jeans, mempertegas bahwa tren ini berlaku untuk segala usia.

Gaya boho-chic tampil melalui atasan longgar dengan motif etnik, renda, atau tekstur ringan. Sienna Miller adalah representasi sempurna dari gaya santai namun artistik ini.

Juicy Couture menjadi merek paling identik dengan setelan velour, yang terdiri dari jaket dan celana panjang lembut. Paris Hilton bahkan mengenakan setelan ini ke red carpet, menunjukkan bahwa gaya santai bisa tetap glamor.

Paduan celana pendek dengan high heels menghasilkan tampilan yang unik dan berani. Ashley Tisdale menunjukkan bahwa gaya ini bisa terlihat feminin dan playful sekaligus.

Sweater dan cardigan pendek, atau cropped sweater, menjadi pilihan untuk tampilan kasual yang tetap manis. Mandy Moore kerap memakainya, baik untuk acara santai maupun semi-formal.

Sepatu bot berbulu dari Ugg Australia mendunia di tahun 2005. Nyaman dan hangat, Ugg boots dikenakan bahkan bersama rok mini oleh selebriti seperti Padma Lakshmi.

Rok atau gaun dengan kelim menggelembung di bagian bawah menjadi tren pesta tahun itu. Mischa Barton tampil anggun dengan gaya ini, menjadikannya tren yang feminin dan berbeda.

Sandal dengan banyak tali menambahkan kesan seksi dan elegan pada tampilan kaki. Lucy Liu sering tampil dengan alas kaki jenis ini dalam berbagai acara karpet merah.

Kacamata hitam besar menjadi ciri khas gaya glamor tahun 2005. Keira Knightley mengenakannya dengan penuh gaya, membuat aksesori ini semakin diminati banyak orang.

Aksen glitter dan batu imitasi muncul di berbagai busana, dari jeans hingga atasan. Mariah Carey dikenal gemar mengenakan busana yang penuh dengan hiasan rhinestones.

Kaos berkerah tampil dalam berbagai warna cerah dan sering dipadukan dengan gaya preppy. Nick Cannon mengenakan kaos polo dengan ciri khas saat itu: kerah dilipat ke atas.

Kalung panjang dengan manik-manik atau mutiara palsu dikenakan secara berlapis, memberi kesan vintage dan feminin. Ashlee Simpson adalah salah satu penggemar aksesori ini.

Gaya rambut poni menutupi mata, kuku gelap, dan hoodie grafis mewakili identitas subkultur emo dan punk. Pete Wentz dari Fall Out Boy jadi ikon dari tampilan ini.

Sandal dengan tali rumit dan panjang ini menambah kesan dramatis dan unik. Jennifer Lopez adalah salah satu selebriti yang tampil memukau dengan sandal gladiator bertumit tinggi.

Syal ramping dan panjang dikenakan sebagai pemanis outfit, bukan hanya untuk kehangatan. Dari Ashton Kutcher hingga selebriti senior, aksesori ini jadi simbol gaya effortless chic.

Tren fesyen tahun 2005 adalah cerminan dari semangat bebas, ekspresi personal, dan pengaruh budaya pop yang begitu kuat. Meskipun beberapa di antaranya terlihat berlebihan di mata masa kini, justru di sanalah letak pesonanya.

Dunia mode selalu bergerak dalam siklus, dan siapa tahu, mungkin lemari pakaian Anda saat ini menyimpan kembali potongan-potongan ikonik dari dua dekade lalu. Fashion, setelah semua, adalah tentang keberanian mengekspresikan diri—baik dengan gaya terbaru maupun gaya yang kembali dari masa lalu.

Rekomendasi